0
News
    Update Haji
    Home Featured Pilihan Sholat Gerhana Matahari

    Shalat Gerhana Matahari Berjamaah, Berikut Caranya - NU Online

    5 min read

     

    Shalat Gerhana Matahari Berjamaah, Berikut Caranya



    Jakarta, NU Online
    Gerhana matahari campuran (hibrid) akan menyapa masyarakat Indonesia pada Kamis (20/4/2023) pagi menjelang siang. Saat peristiwa langit ini berlangsung, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan shalat gerhana matahari (kusuf al-syams), baik di dalam keadaan di rumah, perjalanan, sendiri, maupun berjamaah.


    Shalat gerhana matahari dilaksanakan di waktu-waktu terjadinya gerhana di tempat masing-masing. Untuk jadwal gerhana matahari di kota-kota terdekat dapat dilihat pada tautan: Jadwal Lengkap Gerhana Matahari 20 April 2023 di Seluruh Wilayah Indonesia.


    Shalat gerhana matahari ini dilaksanakan dengan dua rakaat. Setiap rakaat dilakukan dua kali berdiri, yakni setelah rukuk pertama, berdiri lagi diikuti dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat lain.


    Adapun cara shalat gerhana matahari berjamaah, sebagaimana dilansir NU Online dalam tulisan Tata Cara Lengkap Shalat Gerhana Matahari adalah sebagai berikut.


    1.    Sebelum shalat ada baiknya seseorang melafalkan niat terlebih dahulu sebagai berikut: 

      أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا\إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

    Ushallî sunnatan likusûfisy syamsi rak’ataini ma’muman/imaman lillâhi ta’âlâ

    Artinya, “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari dua rakat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta’âla.”

    2.    Melafalkan niat di atas di dalam hati diiringi takbiratul ihram;

    3.    Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati;

    4.    Membaca doa iftitah;

    5.    Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah;

    6.    Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan);

    7.    Rukuk dengan membaca tasbih;

    8.    I'tidal dengan menaruh kedua tangan kembali di bawah dada;

    9.    Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah;

    10.    Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Quran dengan sir (perlahan);

    11.     Rukuk dengan membaca tasbih;

    12.     I'tidal dengan membaca bacaan I’tidal

    13.     Sujud pertama diikuti membaca tasbih;

    14.     Duduk di antara dua sujud;

    15.     Sujud kedua sembari membaca tasbih

    16.     Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua;

    17.    Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Durasi pengerjaan rakaat kedua lebih pendek daripada pengerjaan rakaat pertama;

    18.     Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk tasyahud untuk membaca tasyahud akhir;

    19.     Salam; 

    20.     Istighfar dan doa


    Pewarta: Syakir NF
    Editor: Muhammad Faizin

    Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

    Komentar
    Additional JS