90 Persen Pasien KKHI Makkah Jemaah Haji Lansia, Ini Penyakit yang Mendominasi By BeritaSatu
90 Persen Pasien KKHI Makkah Jemaah Haji Lansia, Ini Penyakit yang Mendominasi
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1687301811-1280x720.webp)
Makkah, Beritasatu.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mulai beroperasi 1 Juni 2023 dan memberikan pelayanan kesehatan 24 jam setiap harinya melalui Instalasi Gawat Daruratnya (IGD). IGD ini bertugas untuk memberikan penanganan kegawat darutan pada jemaah haji sehingga risiko kecacatan atau dampak penyakit yang lebih parah dapat diminimalkan.
Penanggung jawab IGD KKHI Makkah dr Netty Nurnaningtyas, Sp.EM menyampaikan bahwa untuk memberikan pelayanan jemaah haji selama 24 jam dibentuk tiga tim dokter yang terdiri dari lintas bidang spesialisasi.
“Untuk menunjang keefektifan operasional kita membentuk tiga tim dokter jaga yang terdiri dari berbagai bidang spesialisasi,” ujar dr Netty di Makkah, Selasa (20/4/2023).
Netty mengatakan kasus penyakit yang paling banyak ditangani oleh IGD KKHI Makkah yaitu penyakit paru seperti sesak napas yang bisa disebabkan karena infeksi paru pneumonia dan infeksi paru kronis yang kemudian terjadi serangan akut saat di tanah suci.
Kasus kedua yang banyak diterima IGD KKHI Makkah adalah penyakit jantung. Jemaah haji dirawat dengan penyakit jantung yang ditemui banyak dipicu oleh aktifitas yang berlebihan serta komorbit yang diderita sejak di Indonesia.
Kemudian penyakit terbanyak yang dirawat di IGD KKHI Makkah adalah diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit komorbit yang cukup berat. Penyakit ini diderita jemaah haji sejak Indonesia dan di tanah suci mengalami perberatan kondisi.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
Lebih lanjut Netty menyampaikan banyak menemui kasus trauma atau cedera yang dialami oleh jemaah haji lansia saat melakukan ibadah yaitu sai dan tawaf. Kemungkinan lansia cenderung mudah lelah sehingga mudah terjatuh dan terpeleset.
Hal ini menjadi perhatian tenaga kesehatan bahwa tidak hanya penyakit komorbid yang perlu diwaspadai pada jemaah haji lansia, tetapi juga penyakit yang bisa ditimbulkan dari aktivitas seperti trauma atau cedera.
Beberapa penyakit yang ditemui di IGD KKHI Makkah dipicu beberapa faktor seperti cuaca panas ekstrim hingga mencapai 46 derajat celsius. Selanjutnya aktivitas fisik yang berlebihan dan melewati batas kemampuan dari para jemaah haji. Keinginan besar untuk beraktifitas namun cuaca tidak mendukung.
“Pernah saya mendapati jemaah haji dirujuk ke IGD KKHI Makkah dalam kondisi kelelahan dan setelah ditanya ternyata baru 4 hari sampai di Makkah dan sudah menjalankan umrah sebanyak empat kali. Kondisi ini sering terjadi karena keinginan yang besar dari jemaah haji untuk beraktivitas namun melebihi kemampuan tubuhnya,” ucap dr Netty.
Dari pengalaman selama bertugas di IGD KKHI Makkah, dr Netty menyampaikan bahwa 90 persen jemaah yang mendapatkan perawatan di IGD adalah jemaah haji lansia. Para jemaah lansia ini sebagian besar terkendala bahasa dan beberapa tanpa pendamping. Oleh karenanya perlu memiliki pendekatan yang berbeda untuk edukasi terutama bagi jemaah haji sakit yang tanpa pendamping.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini