Dirawat di RS Madinah, 10 Jemaah Akan Dibadalhajikan By BeritaSatu
Dirawat di RS Madinah, 10 Jemaah Akan Dibadalhajikan
:extract_focal()/https%3A%2F%2Fimg2.beritasatu.com%2Fcache%2Fberitasatu%2F960x620-3%2F2023%2F06%2F1687439367-1280x960.webp)
Madinah, Beritasatu.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah akan mengevakuasi sebanyak lima jemaah sakit menggunakan ambulans ke Makkah, Kamis (23/6/2023). Sementara, ada 10 jemaah sakit di Madinah yang harus dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan akan dibadalhajikan.
"Ada 10 orang jemaah yang kemungkinan akan kita badalhajikan di tiga RS di Madinah, yakni RS King Fahd, RS King Salman bin Abdul Azis, dan RS Al Madinah," kata Kasi Kesehatan Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Thafsin Al Farizi di Madinah, Rabu (22/6/2023).
Sebanyak 10 pasien yang berbaring di RSAS sehingga tidak bisa didorong ke Makkah mayoritas jemaah lanjut usia (lansia) dengan penyakit jantung, paru-paru, diabetes, hingga strok.
"Pihak layanan kesehatan Madinah sudah berkomunikasi dengan bimbingan ibadah di Madinah sehingga jemaah-jemaah yang akan dibadalhajikan nanti disampaikan ke pihak keluarga, agar nanti ditunjuk siapa yang akan ditugaskan untuk membadalhajikan," kata dia.
Sebagai gambaran, sejak kedatangan jemaah Indonesia di Madinah 24 Mei 2023 hingga 17 Juni 2023, sebanyak 410 pasien dilakukan rawat inap. Sedangkan yang dirawat RSAS pada periode yang sama mencapai 128 orang.
"Dari total jemaah sakit itu, tersisa lima dievakuasi besok ke Makkah, dan 10 jemaah masih butuh perawatan di RSAS sehingga dibadalhajikan," kata dia.
Soal evakuasi lima jemaah, perinciannya tiga jemaah saat ini sudah di KKHI Madinah. Sisanya dua jemaah di RSAS Madinah sudah membaik dan akan dipindahkan ke KKHI Madinah. Kemudian kelimanya akan dievakuasi ke Makkah dengan ambulans.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini