0
News
    Home Arab Saudi Featured Kemenag Pilihan

    Kemenag Protes Keras ke Saudi Buntut Jemaah Haji Terlantar di Muzdalifah - Viva

    4 min read

     

    Kemenag Protes Keras ke Saudi Buntut Jemaah Haji Terlantar di Muzdalifah

    By Dedy Priatmojo
    viva.co.id
    June 29, 2023

    Mina – Kementerian Agama RI menyampaikan protes keras terhadap Mashariq, penyediaan layanan di Arafah - Muzdalifah - Mina (Armina) Arab Saudi, atas insiden terlantarnya jemaah haji Indonesia di Muzdalifah selama berjam-jam, pada Rabu, 28 Juni 2023. 

    Baca Juga :

    Diketahui keberangkatan jemaah ke Mina mengalami keterlambatan akibat tidak adanya bus yang mengangkut jemaah pada waktu tersebut. Kini, layanan konsumsi di Mina juga tidak terdistribusi dengan baik dan lancar. Potensi lainnya adalah ketersediaan kasur yang tidak sesuai jumlah jemaah.

    "Kita sudah sampaikan protes keras ke Mashariq terkait persoalan yang terjadi di Muzdalifah. Kita juga meminta agar tidak ada persoalan dalam penyediaan layanan di Mina," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief di Mina, Kamis, 29 Juni 2023.

    Baca Juga :

    "Kita akan terus kawal ini, agar Mashariq bergerak lebih cepat dalam penyiapan layanan bagi jemaah haji," lanjutnya.

    Jamarat
Photo :
Bahauddin-Darmawan/MCH2019
    Jamarat Photo : Bahauddin-Darmawan/MCH2019
    Baca Juga :

    Protes keras disampaikan ke Mashariq, lanjut Hilman, karena penyediaan layanan di Arafah - Muzdalifah - Mina (Armina) sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka. Mekanisme ini juga dilakukan oleh semua negara, proses penyediaan layanan dalam skema kemitraan dengan otoritas Mashariq.

    "Jadi di Armina, sepenuhnya penyediaan layanan dilakukan Mashariq. Karenanya, kita minta agar semua hak jemaah haji Indonesia bisa diberikan dengan baik," tegasnya.

    Hilman minta Mashariq dapat mengambil keputusan cepat dalam mengantisipasi setiap potensi munculnya masalah. Sehingga, potensi yang ada bisa segera diselesaikan dan tidak merugikan jemaah. 

    Baca Juga :

    "Mashariq tentu tahu kalau Indonesia adalah jemaah haji terbesar. Mestinya ada skema mitigasi yang lebih komprehensif dan cepat," jelasnya.

    Hilman mengakui bahwa ruang yang tersedia di Mina bagi jemaah haji sangat terbatas. Setiap jemaah, hanya mendapat ruang pada kisaran 0,8 m2. Namun, kondisi yang semacam ini memang terjadi setiap tahun, sejak puluhan tahun lalu. 

    Baca Juga :

    "Bahkan, ijtihad ulama dalam menetapkan Mina Jadid menjadi bukti bahwa sempitnya ruang Mina sudah dirasakan dan menjadi diskursus sejak dulu," sebut Hilman.

    Ribuan Jemaah Terlantar

    Sebelumnya diberitakan, ribuan jemaah haji tertahan di Muzdalifah pada Rabu, 28 Juni 2023 siang waktu setempat,  karena tak kunjung diberangkatkan ke Mina. Jemaah juga mengalami kondisi kehausan dan kelaparan karena semestinya mereka sudah berada di Mina dan katering sudah disiapkan disana. 

    Usut punya cerita, terjadi kemacetan luar biasa di jalur Mina - Muzdalifah sehingga bus yang semestinya  membawa jemaah haji dari Muzdalifah ke Mina tak bisa bergerak.

    Baca Juga :

    Namun demikian, sekira pukul 10 waktu Saudi, kemacetan sudah terurai. Bus yang membawa jemaah lebih lancar sampai Muzdalifah sehingga mempercepat proses pemberangkatan.  

    "Alhamdulillah, kemacetan sudah terurai. Bus mulai membawa jemaah menuju Mina," terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Muzdalifah, Rabu 27 Juni 2023. 

    Baca Juga :

    Hilman memantau langsung ke Muzdalifah untuk melihat kondisi jemaah haji. Hilman ikut memberikan penjelasan ke jemaah, sekaligus meminta Mashariq untuk bisa segera menyelesaikan persoalan.

    Ikut mendampingi, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat, Kasatop Armina Harun Al Rasyid, Kabid Siskohat Hasan Affandi dan sejumlah petugas.  "Sekitar jam 13.30 waktu Arab Saudi semua jemaah haji Indonesia sudah naik bus menuju Mina," sambung Hilman. 

    Baca Juga :

    Menurutnya, keterlambatan proses evakuasi terjadi antara lain karena kemacetan yang terjadi di jalur taraddudi (shuttle) bus yang mengantar jemaah dari Muzdalifah ke Mina. 

    Jalur itu juga banyak dilalui oleh jemaah haji dari berbagai negara yang akan melakukan lontar jumrah setibanya di Mina. Sehingga menambah kepadatan jalan raya.  
    Kedua, keterlambatan pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah tidak hanya dialami Indonesia. Jemaah dari sejumlah negara juga mengalami hal sama, antara lain Filipina, Malaysia, dan lainnya.
     
     

    Komentar
    Additional JS