Tiba di Tanah Air, Puluhan Jemaah Debarkasi Surabaya Dilarikan ke Rumah Sakit - Beritasatu
Tiba di Tanah Air, Puluhan Jemaah Debarkasi Surabaya Dilarikan ke Rumah Sakit

Surabaya, Beritasatu.com - Puluhan jemaah haji yang baru tiba di debarkasi Surabaya harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan. Sebagian jemaah haji terpapar Covid-19 berdasarkan pemeriksaan swab PCR dan antigen setelah terdeteksi pengukur suhu tubuh atau thermal scanner di asrama haji.
Selain itu, puluhan jemaah haji yang merupakan gelombang pertama kedatangan dari tanah suci itu mengalami kelelahan.
Koordinator Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW) KKP Kelas I Surabaya, dr Mochamad Gesta Robi Farmawan, mengatakan rata-rata penyakit yang harus mendapatkan pertolongan adalah gangguan saluran pernapasan. Bahkan, dua jemaah haji meninggal dunia di atas pesawat saat baru lepas landas dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Tak hanya itu, satu jemaah lainnya meninggal dunia ketika turun dari pesawat di Bandara Internasional Juanda beberapa waktu lalu.
"Jadi paling banyak sakit gangguan pernafasan akibat virus maupun kuman. Mereka biasanya mengalami gejala awal batuk-batuk. Itu yang paling banyak ditemukan di gelombang pertama kedatangan di Debarkasi Surabaya," ungkap Gesta Robi Farmawan, Jumat (21/7/2023).
Dijelaskan, dari 16.469 jemaah haji yang tiba di Asrama Haji Sukolilo pada gelombang pertama kedatangan, sebanyak 60 orang dirujuk ke Rumah Sakit Haji Sukolilo. Selain itu, terdapat empat jemaah yang sudah dirujuk ke rumah sakit saat di bandara. Kemudian ada 13 jemaah yang langsung dibawa ke RS Haji saat baru turun dari bus yang tiba di Asrama Haji Sukolilo dan empat jemaah lainnya sempat dirawat di poliklinik yang merujuknya ke RS Haji.
Sampai saat ini, kata Gesta Robi, masih ada dua jemaah haji yang dirawat di RS Haji Sukolilo. Sedangkan, satu orang dirawat di RS Haji Amri Tambunan Medan karena mengalami serangan jantung.
"Masih ada yang dirawat dua orang di RS Haji Sukolilo dan satu orang di Medan. Tetapi di awal kedatangan di gelombang kedua saat ini saya pantau agak mulai berkurang tidak seperti yang di awal kedatangan," jelas Gesta.
Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan 20 jemaah haji dengan kondisi tubuh sangat panas atau di atas 37 derajat celsius. Temuan itu didapat dari thermal scanner yang mendeteksi panas suhu badan jemaah. Alat tersebut dipasang di tiap ruangan kedatangan jemaah, baik di Gedung Muzdalifah maupun di Gedung Mina Asrama Haji Sukolilo.
"Ada 20 orang yang suhu badannya panas. Setelah itu kami lakukan swab antigen dan PCR. Hasilnya satu orang dinyatakan positif Covid-19 dan tiga orang mengalami influenza A atau yang sama dengan Covid-19," ungkapnya.
Mereka kemudian dibawa pulang ke daerah untuk menjalani isolasi mandiri. Kepulangan ke daerah asal tentu tidak bersama dengan rombongan di dalam satu bus, namun disediakan kendaraan agar tidak tertular dengan jemaah lainnya.
"Kita sudah koordinasi dengan dinas kesehatan terkait untuk melakukan pemantauan jemaah yang mengalami Covid-19 saat tiba di debarkasi Surabaya," terangnya.
Asrama Haji Sukolilo sendiri, katanya, menyediakan ruang transit atau isolasi bagi jemaah yang terpapar Covid-19.
"Tetapi biasanya mereka langsung ingin pulang ke daerah asal. Biasanya dengan begitu imun cepat naik dan bisa sembuh. Tetapi kami tetap lakukan pemantauan dengan koordinasi dinkes dan pihak puskesmas asal jemaah haji tersebut," katanya.
Saksikan live streaming program-program BTV di sini
BERITA TERKAIT

Ratusan Koper Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Tertinggal di Arab Saudi

Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Ditarik Infak Sukarela untuk Bantuan Sosial

Sebanyak 83.669 Jemaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

Desak-desakan di Tigaraksa, HDMI: Beri Kenyamanan Penjemputan Jemaah Haji

Jemaah Haji yang Hilang Ditemukan Wafat di RS Mina, 1 Masih Dicari
