0
News
    Update Haji
    Home Bahasa Indonesia Featured M Tabrani Pahlawan Nasional Pilihan

    Sosok M Tabrani, Pahlawan Nasional Penggagas Bahasa Indonesia | NU Online

    3 min read

    Sosok M Tabrani, Pahlawan Nasional Penggagas Bahasa Indonesia | NU Online

    Jumat, 10 November 2023 | 07:30 WIB

    VideoItemauthor image

    Afrilia Tristara

    Kontributor

    Jakarta, NU Online

    M Tabrani menjadi salah satu dari enam sosok yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi pada Jumat (10/11/2023).

    Baca Juga

    Lima Hal Penting dalam Merefleksikan Hari Pahlawan

    M Tabrani adalah nama singkat dari Mohammad Tabrani Soerjowitjitro. Melansir dari laman web Museum Sumpah Pemuda, sosok kelahiran Pamekasan ini, menjadi pencetus bahasa Indonesia saat Kongres Pemuda I pada (30/4/1926 -- 2/5/1926). Ia lahir dari pasangan R Pandji Soeradi Soerowitjitro dan R Ayu Siti Aminah pada (10/10/1904).

    1. Riwayat Pendidikan

    Baca Juga

    12 Tokoh NU Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Pahlawan Nasional

    Sebagai seorang keturunan raden, Tabrani mendapat dasar pendidikan yang kuat. Ia bersekolah di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) dan melanjutkannya ke OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren), Bandung. Tabrani juga aktif sebagai anggota Jong Java.

    Melansir dari laman web Badan Bahasa, Tabrani mulai bekerja di harian Hindia Baroe pada Juli 1925 selepas lulus dari OSVIA. Dalam kolom "kepentingan" yang ia asuh, dimuatlah tulisan berjudul "Kasihan" pada (10/01/1926). Tulisan itu muncul sebagai gagasan awal untuk menggunakan nama bahasa Indonesia.

    2. Sang penggagas bahasa Indonesia

    Dalam buku autobiografi M Tabrani, Anak Nakal Banyak Akal (hal 42), ia menuliskan petikan ucapan Moh. Yamin "Bahasa Indonesia tidak ada; Tabrani tukang ngelamun." Dalam tulisan itu, Yamin disebutkan sedang naik pitam karena Tabrani menyetujui seluruh pidato Yamin, tetapi menolak konsep usul resolusinya pada butir ketiga "menjunjung bahasa persatuan, bahasa Melayu" saat Kongres Pemuda Pertama tabun 1926. Kala itu, Tabrani bertindak sebagai ketua kongres.

    Tabrani beranggapan kalau nama bahasa persatuan seharusnya bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu. Ia menyampaikan jika bahasa Indonesia belum ada maka harus dilahirkan pada Kongres Pemuda Indonesia Pertama ini.

    Karena perbedaan pendapat antara ia dan Yamin, keputusan ditunda sampai Kongres Pemuda Kedua yang akhirnya menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda pada (28/10/1928). Dalam ikrar tersebut, bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa persatuan.

    Tabrani wafat pada (12/1/1984) dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Ia dianugerahi tanda jasa sebagai perintis kemerdekaan oleh Kementerian Sosial RI. Hingga akhirnya, pada hari ini, Jumat (10/11/2023) ia diberi gelar pahlawan nasional bertepatan dengan peristiwa peringatan Hari Pahlawan.

    Kontributor: Afrilia Tristara

    Editor: Muhammad Syakir NF

    Komentar
    Additional JS