0
News
    Update Haji
    Home Featured Gus Mus Pemilu Pemilu 2024 Pilihan Pilpres Pilpres 2024

    Doa sebelum Coblos Surat Suara, Ijazah dari Gus Mus - NU Online

    3 min read

     

    Doa sebelum Coblos Surat Suara, Ijazah dari Gus Mus

    Kam, 8 Februari 2024 | 13:00 WIB

    Doa sebelum Coblos Surat Suara, Ijazah dari Gus Mus

    Foto surat suara. (Foto: Instagram KPU)

    A. Syamsul Arifin

    Jakarta, NU Online

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) telah menetapkan jadwal pencoblosan atau pemungutan surat suara pemilihan umum (Pemilu) pada Rabu (14/2/2024) mendatang. Sebelumnya, sejumlah tahapan penyelenggaraan Pemilu telah dilalui. Pada 11-13 Februari 2024 KPU menetapkan masa tenang sebelum memasuki hari pencoblosan.


    Penetapan waktu tersebut sebagaimana Keputusan KPU Nomor 21 Tahun 2022 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024. 

    Baca Juga

    Inilah Doa Jelang Pemilu agar Tak Salah Pilih Pemimpin


    Warga Negara Indonesia, khususnya yang sudah memiliki hak suara hendaknya menunaikannya dengan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing yang telah ditetapkan KPU. Di TPS, pemilih akan mendapatkan lima jenis surat suara untuk kemudian dicoblos. 


    Pertama, surat suara pasangan Capres Cawapres berwarna abu-abu. Kedua, surat suara DPD berwarna merah). Ketiga, surat suara DPR RI berwarna kuning. Keempat, surat suara untuk DPRD provinsi berwarna biru. Kelima, surat suara DPRD kabupaten/kota berwarna hijau.


    Sebelum surat-surat suara itu dicoblos, pemilih hendaknya membaca istighfar terlebih dahulu, dilanjutkan dengan membaca doa sebagaimana berikut:

    Baca Juga

    Ini 5 Jenis Surat Suara Pemilu 2024, Kenali Perbedaan Warnanya


    اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُناَ


    Allahumma lâ tusallith 'alainâ bidzunübinâ man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.


    Artinya, “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami karena dosa-dosa kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.


    Doa ini pernah disampaikan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pada 1 Desember 2015 lalu, sebagaimana dalam tulisan yang dimuat NU Online berjudul 'Inilah Doa Jelang Pemilu agar Tak Salah Pilih Pemimpin'. 


    Doa yang sama juga diajarkan dan diserukan pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini pada saat menghadapi Pemilu tahun 2019. 


    Menjelang hari pencoblosan pada Pemilu 2024, doa itu tentu saja masih relevan sebagai ikhtiar batiniyah agar tidak salah memilih calon pemimpin.

    Komentar
    Additional JS