Dirjen Bimas Islam Kemenag terpilih jadi Ketua Badan Wakaf Indonesia - ANTARA News
Dirjen Bimas Islam Kemenag terpilih jadi Ketua Badan Wakaf Indonesia - ANTARA News

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI Kamaruddin Amin resmi terpilih menjadi Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) masa bakti 2024-2027.
"Kami punya visi ingin menjadikan BWI sebagai lembaga yang berperan strategis untuk meningkatkan kualitas per-wakafan di Indonesia, baik secara kuantitas maupun kualitas," kata Kamaruddin dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Kamaruddin menilai BWI juga dapat mendukung program pembangunan nasional dan pemberdayaan sosial.
Ia juga menyebut potensi wakaf di Indonesia sangat besar. Karenanya, langkah yang akan diambil adalah memaksimalkan kualitas per-wakafan, termasuk wakaf benda tidak bergerak seperti wakaf uang yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Untuk memastikan keamanannya, kami menekankan pentingnya sertifikasi wakaf," tegasnya.
Nazir, sambungnya, merupakan bagian penting dari ekosistem perwakafan. Peningkatan kapasitas nazir juga menjadi prioritas agar pengelolaan wakaf dapat dilakukan dengan optimal.
"Untuk memaksimalkan potensi wakaf, kita butuh nazir-nazir berkualitas. Ini menjadi salah satu tugas BWI untuk memberi pembinaan dan peningkatan kualitas nazir," ujarnya.
BWI, kata Kamaruddin, akan berkolaborasi dengan seluruh mitra strategis, termasuk kementerian dan lembaga, perbankan, serta ahli-ahli keuangan, untuk memaksimalkan potensi wakaf.
Ia berharap, wakaf dapat berfungsi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
BWI, lanjut dia, juga berencana melibatkan elemen masyarakat, penyuluh, organisasi masyarakat Islam, dan penghulu sebagai duta wakaf untuk menyampaikan pentingnya wakaf kepada masyarakat.
"Agar masyarakat, terutama generasi muda Indonesia bisa menjadikan berwakaf sebagai gaya hidup," tutur Kamaruddin Amin.
Baca juga: Bank Aceh Syariah jalin kerja sama penerima wakaf uang Baitul Asyi