0
News
    Home Daendels Featured Pilihan Sunan Kalijaga

    Ketika Daendels didatangi Sunan Kalijaga - Republika

    4 min read

     

    Hikayat Sang Penguasa Jawa | Republika Online Mobile

    Pada 1808 HW Daendels tiba di Batavia dan menjadi pengganti gubernur jenderal Hindia Belanda sebelumnya. Daendels diberi kuasa besar oleh Raja Louis dari Belanda untuk mereorganisasi pemerintah kolonial yang tidak efektif dan lamban.

    Sponsored

    Sebagai gubernur jenderal yang baru, Daendels segera bertindak. Selain memberantas korupsi, Daendels memerintahkan agar Kota Betawi dibongkar. Ia merobohkan banyak gedung pada masa VOC dan tembok di Kota Lama, terutama Kasteel Batavia dan menetapkan Weltevreden (sekitar Gambir) sebagai daerah pemerintahan yang baru.

    Scroll untuk membaca

    Dalam Hikayat Mareskalek diceritakan, selama menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda, Daendels kerap memberikan gelar "jenderal" pada sejumlah anak buahnya. Hal ini mengherankan para menteri dan priayi yang menyangka bahwa satu-satunya jenderal adalah Daendels.

    Ternyata, Daendels menolak dipanggil jenderal. Menurutnya, jenderal adalah "budak" yang melaksanakan pekerjaan yang diminta orang-orang besar. Sebab itu, para priayi dan menteri akhirnya mengusulkan nama Susuhunan Kanjeng Kangsinuhun Mangkurat Mangkubuwana untuk Daendels.

    Suatu malam, Daendels bermimpi didatangi Susuhunan (sunan) Kalijaga yang tidak memperbolehkannya menggunakan nama susuhunan. Daendels terbangun, lalu minta diantarkan ke makam kesembilan susuhunan, termasuk Susuhunan Kalijaga yang mengislamkan Pulau Jawa.

    Wisata sejarah kali ini bukan saja mengulas sejarah tentang bagaimana Daendels membangun kota baru Batavia, melainkan juga melihat protes rakyat terhadap keangkuhan Daendels. Dia yang merasa pemimpin hebat dan perkasa menjadi durhaka dan akhirnya mendapat peringatan Tuhan melalui Sunan Kalijaga.

    Cerita tentang Mareskalek tak berhenti di situ. Abdullah Al Misri juga menuturkan perjalanan pemerintahan Gubernur Jenderal Janssens sepeninggal Daendels dan "Zaman Inggris". Zaman Inggris ditandai dengan jatuhnya Jawa ke tangan Inggris dan sempat berada di bawah pemerintahan Raffles selama beberapa tahun.

    Dalam Hikayat Mareskalek, kita dapat melihat kehidupan dan kebijakan Pemerintah Hindia Belanda melalui kacamata seorang keturunan Arab. Dapat dilihat bahwa Abdullah Al-Misri begitu peduli pada politik di Hindia Belanda saat itu.

    Bisa dibilang, hikayat semacam ini masih langka dituliskan pada masanya mengingat isinya merupakan uraian kelangsungan kehidupan berpolitik sebuah bangsa, bukan kisah percintaan semata. Tapi, hikayat ini juga sekaligus memperingatkan bahwa sejarah bisa saja berulang. Apakah sejarah memang akan terulang? Jadi, tugas semua yang ada di negara ini untuk mengiringi perjalanan pemerintahan selanjutnya. rep:c85 ed: dewi mardiani

    Berita Terkait

    Dukung NZE, Pertamina Jalankan Dua Strategi

    Lingkungan - 04 July 2024, 18:23

    Republika Gelar FGD 'Rembuk ESG untuk Indonesia' di Gedung BEI

    Nasional News - 04 July 2024, 10:36

    Muslim Friendly Bagian Konsep Besar Kawasan PIK

    Podcast - 17 June 2024, 10:58

    MES Jabar Sepakat Bersinergi dengan Republika

    News Rejabar - 29 May 2024, 19:55

    Jastip Doa di Depan Ka'bah

    Haji Umrah - 10 May 2024, 18:53

    Rekomendasi

    Komentar
    Additional JS