Romadhon,
Berburu Takjil di Gangshan, Taiwan

Gangshan, NU Online
Ngabuburit atau kegiatan menunggu waktu berbuka puasa di Taiwan memiliki nuansa unik. Meskipun Taiwan bukan negara mayoritas Muslim, keramahan dan toleransinya terhadap umat Muslim patut diacungi jempol.
Suasana ngabuburit di Taiwan lebih tenang dibandingkan di Indonesia yang kerap diisi dengan hiruk-pikuk pasar takjil atau suara adzan berkumandang. Tidak ada speaker (pengeras suara) masjid atau suara adzan di sini. Jadi suasana secara umum tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa. Namun, hal ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah. Justru, momen ngabuburit dimanfaatkan untuk bersantai dan berjalan-jalan untuk menikmati suasana di Taiwan.
Para pekerja Muslim di Taiwan juga yang memanfaatkan waktu menjelang buka untuk mencari takjil. Takjil yang mereka cari terkadang dibeli dari orang Taiwan yang non-Muslim. Pada Ramadhan 1446 H ini, di sela-sela tugas dakwah di Taiwan, salah satu tempat berburu takjil yang kami datangi yaitu penjual kelapa muda di Taiwan.
Di sini kelapa muda tidak dimakan oleh orang Taiwan. Mereka hanya mengambil air kelapanya saja, dan mereka sangat senang ketika air kelapa muda tersebut diminta oleh orang Indonesia," kata Wahyu Danu Arta, salah seorang jamaah Mushala Gangshan Beriman yang mengantar saya pada Sabtu (22/3/2025).
Kata Wahyu, banyak para pekerja asal Indonesia yang meminta kelapa muda dari orang Taiwan. Mungkin warga Taiwan menganggap itu tidak enak, akan tetapi menurut orang Indonesia itu makanan khas dan sangat nikmat ketika diminum dengan es dan sirup. Lebih-lebih waktu berbuka puasa yakni berbuka dengan es kelapa muda.
Banyak mushala dan Sekretariat PCINU di Taiwan mengadakan acara buka bersama. Acara tersebut kebanyakan dihadiri oleh Muslim yang berada di Taiwan sedang menempuh perkuliahan, selain para pekerja. Adapun menu buka bersama seperti di Indonesia umumnya.
"Orang Taiwan juga makan seperti kita, nasi dan lauk. Akan tetapi ya tidak menjadi makanan pokok seperti kita," cerita Habidin, salah satu jamaah Mushala Gangshan Beriman.
Dari cerita aktivis PCINU Taiwan dan pengalaman saya selama Ramadhan di Taiwan, saya memahami bahwa meskipun berada di negara dengan mayoritas non-Muslim, semangat menjalankan ibadah puasa dan tradisi ngabuburit tetap terasa kental di Taiwan. Tentu saja ngabuburit warga Muslim Indonesia di Taiwan diisi dengan berbagai aktivitas positif dan semakin meningkatkan keimanan mereka.
Nurwahid Pardi, Dai Internasional LD PBNU 2025 dengan penugasan di Taiwan. Program ini didukung NU Care-LAZISNU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar