Petani Kopi 100 Tahun Asal Aceh Berangkat Haji Bareng Istri, Semua dari Hasil Kebun Halaman all - Kompas
Petani Kopi 100 Tahun Asal Aceh Berangkat Haji Bareng Istri, Semua dari Hasil Kebun Halaman all - Kompas
/data/photo/2025/05/17/68278fd5d3506.jpg)
/data/photo/2025/05/17/68278fd5d3506.jpg)
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Di usia yang sudah satu abad, Muhammad Dahlan tak menyangka mimpinya untuk berhaji bersama sang istri akan terwujud.
Bersama Dahniar (95), istrinya tercinta, petani kopi asal Tapak Moge Timur, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah ini kini tengah bersiap menjadi tamu Allah.
Dahlan yang akrab disapa Awan Dahlan (100) merupakaan calon jemaah tertua asal Aceh.
Baca juga: Kisah Pasutri Penjual Pentol asal Ngawi Naik Haji, Nabung Rp 10.000 Setiap Hari Selama 21 Tahun
Video Innova Zenix Terbakar di PIK, Diduga akibat Korsleting
Pada 20 Mei 2025 mendatang, keduanya akan bergabung dalam kelompok terbang (kloter) tiga Embarkasi Aceh.
Mereka akan berangkat bersama rombongan dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Banda Aceh menuju Tanah Suci. Keduanya tercatat sebagai jemaah calon haji tertua dari Provinsi Aceh pada musim haji 1446 H/2025 M ini.
Berdua dari Umrah hingga Haji
"Dua kali umrah berdua. Alhamdulillah, nggak ada pisah-pisah. Berangkat haji, berdua," ujar Dahniar, mengenang kebersamaan mereka menunaikan ibadah umrah di tahun 2017 dan 2019.
Baca juga: Kilas Balik Kaesang: 2 Hari Jadi Kader Langsung Jabat Ketum PSI
Dari pengalaman itu, keduanya mulai menanam niat untuk berhaji—mendaftar pada 2020 tanpa menduga bahwa hanya lima tahun kemudian, nama mereka akan masuk daftar keberangkatan.
Di balik tubuh Dahlan yang kini mulai membungkuk, dan tangan Dahniar yang tak lagi sekuat dulu, ada semangat luar biasa yang mereka rawat bersama di ladang kopi milik keluarga.
“Semuanya dari kebun. Izin Allah, dari kopi semuanya,” kata Dahlan pelan, namun penuh syukur.
Baca juga: Kisah Arif, Mantan Ojol di Bogor yang Tengah Berjuang Sembuh dari Kanker Usus
Menabung dari Hasil Panen
Pasangan sepuh ini bertani kopi di kampung Atang Jungket, Kecamatan Bies. Dari hasil panen, mereka menyisihkan sedikit demi sedikit demi mewujudkan ke Tanah Suci.
Dahlan dan Dahniar punya sembilan anak. Namun, tak satu pun ikut mendampingi keberangkatan mereka ke Mekkah.
Baru dua anak yang sempat mendaftar haji.
Meski demikian, mereka berdua tetap mantap berangkat berdua, seperti juga saat dua kali umrah beberapa tahun lalu.
Mereka bukan pejabat, bukan orang kaya, hanya petani kopi sederhana yang setiap panennya menjadi pijakan menuju rumah Allah.
“Kami tak menyangka dipanggil tahun ini. Ternyata ada kuota prioritas lansia, mungkin itu rezeki kami,” kata Dahlan.
4.378 jemaah calon haji asal Aceh siap berangkat ke Tanah Suci
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, mengungkapkan sebanyak 4.378 jemaah calon haji (JCH) Aceh sudah siap diberangkatkan menuju ke tanah suci pada musim haji 1446H/2025M.
Baca juga: Cerita Petani Sumbawa Menabung 14 Tahun Setiap Panen, Akhirnya Berangkat Haji
JCH Aceh akan diberangkatkan dalam 12 kelompok terbang (kloter), dan khusus untuk kloter 12, nantinya para jemaah asal Aceh akan bergabung dengan Medan, Sumatera Utara.
Tahun ini Aceh mendapatkan kuota haji sebanyak 4.110 orang, ditambah prioritas lansia sebanyak 219, Petugas Haji Daerah (PHD) 36, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) 13 orang.
"Tahun ini jemaah haji tertua berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, Muhammad Dahlan, berusia 100 tahun. Sementara termuda dari Kabupaten Nagan Raya, Muhammad Walis Salikin, usia 18 tahun," kata Azhari, dalam konferensi di Asrama Haji/Embarkasi Aceh, Jumat (16/5/2025).
Baca juga: Kisah Satumi, Nenek 94 Tahun Calon Haji Tertua di Pasuruan yang Masih Bugar Tanpa Kacamata
Mulai hari ini, sebanyak 393 JCH kloter 1 asal Banda Aceh mulai memasuki asrama haji/embarkasi Aceh. Rombongan perdana tersebut akan berangkat ke tanah suci pada Minggu (18/5/2025) besok.
Jemaah asal Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut terdiri dari 166 laki-laki dan 227 perempuan. Dalam kloter ini, jemaah tertua bernama Sakdiah (89 tahun) dan termuda Shaqila Salvadora (20 tahun).
Azhari menjelaskan, saat berada di asrama para jemaah akan mengikuti beberapa kegiatan mulai dari pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, pembagian living cost, kartu Baitul Asyi, serta mengikuti pembekalan dan pelepasan.
"Semua sudah ready, insyaallah mudahan-mudahan tidak terjadi hambatan dan halangan, sehingga tamu Allah ini bisa terbang dengan aman dan bisa mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah," tuturnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.