0
News
    Home Featured Marbot Spesial

    4 Kompetensi yang Wajib Dimiliki Marbot Masjid Masa Kini - NU Online

    5 min read

     

    4 Kompetensi yang Wajib Dimiliki Marbot Masjid Masa Kini

    NU Online  ·  Senin, 24 November 2025 | 19:30 WIB


    Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah H Arsad Hidayat saat Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta, Senin (24/11/2025). (Foto: dok. Kemenag)

    Muhammad Syakir NF

    Jakarta, NU Online

    Marbot memiliki posisi yang strategis dalam mewujudkan Masjid Berdaya dan Berdampak. Sebab, marbot merupakan orang yang paling kuat ikatannya dengan masjid.


    "Orang yang terhubung langsung dengan masjid. Yang paling dekat. Tidak ada jarak sama sekali dengan masjid," ujar H Arsad Hidayat, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, saat Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia: Masjid Berdaya Berdampak, di Jakarta, Senin (24/11/2025).


    Dalam kesempatan tersebut, Arsad menjelaskan bahwa setidaknya ada empat kompetensi yang harus dimiliki marbot masjid. Pertama, marbot harus memiliki kompetensi keagamaan, baik dari sisi kemampuan membaca Al-Qur'an hingga fiqih ibadah, termasuk di dalamnya adalah kebersihan masjid dari najis.

    Baca Juga

    Ketua NU Jatim: Perhatikan Kesejahteraan Marbot Masjid


    "Kompetensi fiqih pun harus dimiliki," ujarnya.


    Selain itu, kompetensi operasional juga harus dimiliki para marbot masjid di Indonesia. Hal ini mencakup pengoperasian tata suara, listrik, hingga keamanan. Ia menegaskan kemampuan operasional penting demi kelancaran ibadah dan tidak terganggu.


    Kompetensi ketiga yang perlu dipunyai marbot masjid adalah manajerial dan administrasi. Kemampuan ini penting sebagai langkah untuk menyampaikan laporan atas kegiatan hingga hal-hal teknis dalam pengelolaan masjid.


    "Harus tahu melaporkan pengeluaran (keuangan)," ujarnya.

    Baca Juga

    Hanya Ibu Ini yang Ingin Anaknya Jadi Marbot Masjid


    Berikutnya, kompetensi yang penting dimiliki marbot masjid adalah sosial digital. Kemampuan digital penting sebagai upaya mengenalkan masjid kepada khalayak.


    "Sudah zaman digital, bagaimana (marbot) bisa memperkenalkan masjid ke masyarakat," katanya.


    Dalam bidang sosial, marbot harus tampil dengan ramah dalam memberikan pelayanan bagi jamaah.


    "Orangnya harus ramah," lanjutnya.

    LAZISNU PBNU Mulai Distribusikan 50 Ribu Paket Sembako untuk Marbot dan Warga Sekitar Masjid Se-Jabodetabek


    Hal ini penting untuk mewujudkan masjid yang ramah bagi para pengunjung, mencakup lansia, anak-anak, hingga pengunjung disabilitas tanpa ada perbedaan. Dengan begitu, harapannya tidak ada lagi pengunjung yang tidak dapat melaksanakan shalat saat dalam perjalanan.


    Arsad juga menjelaskan bahwa marbot berasal dari bahasa Arab marbut yang berarti terikat. Tak pelak, marbot terikat dengan masjid, orang yang tidak dapat dipisahkan dengan masjid. Istilah ini juga sudah digunakan dalam regulasi pengaturan urusan agama.

    Baca Juga

    Semangat Ibadah Mbah Sukijan di Tanah Suci, Marbot Terlama Penerima Umrah Gratis dari LTM PBNU

    PBNU Umrahkan Mbah Sukijan, Marbot Terlama Versi LTM

    Sementara itu, Kasubdit Kemasjidan H Nurul Badruttamam menjelaskan bahwa kegiatan ini diisi oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua MUI KH Cholil Nafis, Ketua Baznas Prof KH Noor Achmad, Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) H Mokhamad Mahdum, Ketua Lembaga Pembinaan Masjid Muhammadiyah Muhammad Jamaludin Ahmad, Plt Kepala Bagian Mental Spiritual Biro Dikmental Setda Provinsi DKI Jakarta H Mukhlis.


    Kegiatan ini rencananya ditutup Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar pada Selasa (25/11/2025) malam.

    Komentar
    Additional JS