0
News
    Home Featured Pahlawan Nasional Spesial Syaikhona Kholil Bangkalan

    Gelar Pahlawan Nasional Diterima Ahli Waris Syaikhona Kholil, Ungkap Syukur dan Bahagia - NU Online

    3 min read

     

    Gelar Pahlawan Nasional Diterima Ahli Waris Syaikhona Kholil, Ungkap Syukur dan Bahagia

    Selasa, 11 November 2025 | 12:00 WIB

    Gelar Pahlawan Nasional Diterima Ahli Waris Syaikhona Kholil, Ungkap Syukur dan Bahagia

    ​​​​​​​Ahli waris Syaikhona Muhammad Kholil, RH Imron Amin dan KH Dimyati Muhammad saat menerima simbol penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. (Foto: NOJ/ISt)

    Ryan Syarif Hidayatullah

    Bangkalan, NU Online Jatim

    Syaikhona Muhammad Kholil, ulama besar asal Bangkalan resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada momentum Hari Pahlawan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).


    Gelar kehormatan tersebut diterima secara simbolis oleh ahli waris RH Imron Amin. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan keluarga besar atas penganugerahan ini. 

    Native Banner 1


    “Kami mewakili keluarga besar ahli waris almarhum Mbah Kholil, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden H Prabowo Subianto yang telah mengapresiasi perjuangan Mbah Kholil dalam memperjuangkan pendidikan Islam dengan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim, Selasa (11/11/2025).

    Baca Juga

    Syaikhona Kholil Bangkalan, Guru Tiga Kiai Pahlawan Nasional


    Imron Amin menambahkan, proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Mbah Kholil telah berlangsung selama delapan tahun, melalui berbagai seminar dan kegiatan ilmiah lainnya.

    Native Banner 2


    “Alhamdulillah, pada tahun pengajuan yang ke-8, bertepatan dengan peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan masa pemerintahan Presiden ke-8, Mbah Kholil akhirnya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Beliau tercatat sebagai penerima gelar ke-8 dari 10 tokoh Pahlawan Nasional tahun 2025,” jelasnya.


    Dikenal sebagai Guru Para Ulama, Syaikhona Muhammad Kholil memiliki peran besar dalam mencetak generasi ulama di Jawa dan Madura. Beliau mendirikan dan membina pesantren yang menekankan pendidikan agama secara menyeluruh, serta mengajarkan akhlak, moral, dan keterampilan hidup bagi para santri.


    Pesantren yang Mbah Kholil dirikan menjadi pusat lahirnya banyak ulama besar yang kemudian menyebar ke berbagai daerah, mendirikan pesantren, dan menjadi pilar Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Indonesia.


    Salah satu murid Mbah Kholil yang paling berpengaruh adalah Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Nilai-nilai pendidikan dan metode pengajaran Syaikhona Kholil menjadi fondasi penting bagi lahirnya NU pada 31 Januari 1926, organisasi Islam terbesar di Indonesia yang menjunjung tinggi moderasi, toleransi, dan pendidikan inklusif.

    Komentar
    Additional JS