0
News
    Home Featured Isra Mi'raj Rojab Spesial

    Isra’ Mi’raj: Peristiwa Nyata atau Sekadar Rohani? Begini Penjelasan Ulama - NU Online

    3 min read

     

    Isra’ Mi’raj: Peristiwa Nyata atau Sekadar Rohani? Begini Penjelasan Ulama

    Senin, 12 Januari 2026 | 10:00 WIB


    Ilustrasi Isra Miraj (NU Online)

    Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Perjalanan agung ini membawa Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan ke langit-langit tertinggi hingga mencapai Sidratul Muntaha dalam satu malam yang sama. Semuanya itu merupakan bukti kebesaran Allah swt dan termasuk mukjizat nabi yang tidak mungkin disangkal oleh umat Islam. 


    Namun dalam hal bagaimana peristiwa itu terjadi secara realitas jasmani dan ruhani, para ulama klasik berbeda pendapat berdasarkan riwayat-riwayat yang sampai kepada mereka. Dalam Artikel yang ditulis oleh Ustadz Sunnatulloh yang berjudul “Isra’ Mi’raj, Hanya Ruh atau Sekaligus Tubuh?” Pendapat yang menyatakan hanya ruh Nabi yang diangkat. 


    Salah satu pandangan datang dari riwayat yang disandarkan kepada Sayyidah Aisyah ra. Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa Isra’ dan Mi’raj terjadi bukan dengan jasad Nabi, tetapi hanya dengan ruhnya saja. Riwayat ini dicatat oleh Imam Ibnu Ishaq dalam kitabnya, di mana Sayyidah Aisyah ra dikutip sebagai berkata bahwa jasad Nabi tidak ikut serta yang bergerak hanyalah ruh beliau.

    Banner Geser 1


    Selain itu, ada juga riwayat lain yang menggambarkan perjalanan tersebut sebagai suatu bentuk mimpi yang benar dari Allah menurut jawaban sahabat ketika ditanyakan mengenai peristiwa itu.

    Baca Juga

    Perbedaan Pendapat Ulama tentang Waktu Terjadinya Isra’ Mi’raj


    Kritik dan penolakan terhadap riwayat itu, meski demikian, kebanyakan ulama menolak menggunakan riwayat-riwayat tersebut sebagai dasar keyakinan. Salah satu yang menegaskan hal ini adalah Imam Al-Qadhi Iyadh seorang ulama besar yang secara khusus membahas penolakan atas klaim bahwa Isra’ Mi’raj hanya terjadi dengan ruh. Beliau mengemukakan beberapa alasan penting.

    Native 2 Geser


    Saat peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi, Sayyidah Aisyah ra belum menikah dengan Nabi sehingga beliau tidak melihat langsung peristiwa tersebut.


    Usia Sayyidah Aisyah pada waktu itu juga masih sangat muda. Riwayat yang disandarkan kepada beliau kemungkinan berasal dari pihak lain dan tidak kuat secara sanad.


    Karena itu, menurut Al-Qadhi Iyadh, riwayat tersebut tidak layak dijadikan sandaran kuat jika dibandingkan dengan banyak riwayat lain yang mendukung pandangan berbeda.

    Baca Juga

    Rasulullah: Suraqah, Bagaimana Jika Engkau Pakai Kedua Gelang Kisra?


    Pendapat Mayoritas Ulama: Isra’ Mi’raj dengan Jasad dan Ruh


    Mayoritas ulama baik ahli hadits, fiqih, maupun tauhid menyatakan bahwa Isra’ dan Mi’raj terjadi dengan kedua aspek: jasad dan ruh Nabi Muhammad saw. Mereka memahami ayat Al-Quran dan hadits-hadits sahih sebagai menunjukkan bahwa perjalanan itu bukan sekadar mimpi atau pengalaman ruhani, melainkan kejadian nyata yang dialami oleh Nabi dalam keadaan sadar dan dengan tubuhnya setelah diangkat menjadi nabi. 


    Dalam pandangan ini, peristiwa Isra’ Mi’raj adalah bukti mukjizat yang hanya mungkin terjadi oleh kuasa Allah, yang melampaui batas kemampuan akal manusia biasa.


    Semoga penjelasan ringkas ini membantu memahami inti persoalan Isra’ Mi’raj dari perspektif para ulama Islam yang bersumber dari kajian klasik dan kontemporer. Wallahu a‘lam.
     

    Komentar
    Additional JS