0
News
    Home Berita Featured KH Hasyim Asy’ari Nahdhatul Ulama Spesial

    Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Ilustrasikan Restu untuk KH Hasyim Asy’ari melalui Kirab Tongkat dan Tasbih - NU Online

    4 min read

     

    Napak Tilas Isyarat Pendirian NU, Ilustrasikan Restu untuk KH Hasyim Asy’ari melalui Kirab Tongkat dan Tasbih

    Jumat, 2 Januari 2026 | 14:15 WIB


    Para pendiri Nahdlatul Ulama, Syaikhona Kholil (tengah), KH Hasyim Asyari (kanan), dan KH Asad Syamsul Arifin (kiri). (Foto: NU Online Jombang)

    Miftakhul Jannah

    Penulis

    NU Online Jombang,
    Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama menggelar Napak Tilas Isyarat Pendirian NU pada Ahad (4/1/2026). Mereka terdiri dari dzurriyyah Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, dzurriyah KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo, dan dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang.


    Napak tilas akan diawali dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan ke Pesantren Tebuireng Jombang, menggambarkan perjalanan KH As’ad Syamsul Arifin membawa isyarat Syaikhona Kholil berupa tongkat dan tasbih yang harus diberikan kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari di Tebuireng.


    Dzurriyah Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari, KH Fahmi Amrullah Hadziq menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama versi Masehi (1926–2026) serta meneladani perjuangan dan semangat juang muassis NU.
     

    Iklan Native 01

    Baca Juga

    Syaikhona Kholil Bangkalan, Guru Ulama Indonesia

    Replika tongkat dan tasbih yang menjadi isyarat restu pendirian NU dari Syaikhona Kholil Bangkalan untuk Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari akan dibawa sepanjang perjalanan ke Jombang. Tongkat dan tasbih tersebut kemudian dikirab dari Alun-alun Jombang ke Pesantren Tebuireng oleh para dzurriyah muassis NU bersama ribuan warga NU.


    "Inilah replika tongkat Hadratussyekh yang akan dikirab dalam rangka napak tilas tongkat dan tasbih isyarat pendirian Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, yang insyaallah akan dilaksanakan besok pada hari Ahad, tanggal 4 Januari 2026," ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online Jombang sembari memperlihatkan tongkat yang dimaksud, Kamis (1/1/2026).

    Native 2

    Baca Juga

    Ulama dan Politik: Perlawanan KH. Hasyim Asy’ari terhadap Penjajah (Bagian I)


    Sebelum perjalanan kirab, semua peserta akan berkumpul di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang atau Pendopo Kabupaten Jombang. Mereka kemudian dikomando untuk keberangkatan menuju Pesantren Tebuireng dengan berjalan kaki membawa tongkat dan tasbih.


    Sepanjang perjalanan dengan jarak kurang lebih 6 kilometer, para peserta secara serentak akan melafalkan dzikir Asma'ul Husna Ya JabbarYa Qahhar, kalimat thayyibah, dan shalawat badar, dengan dipandu oleh koordinator dzikir.


    Gus Fahmi, sapaannya, mengajak kepada Nahdliyin untuk turut serta berpartisipasi dalam acara napak tilas ini. Ia juga mendoakan agar keberkahan para masyayikh dan ulama mengalir kepada warga NU.

    Baca Juga

    Ulama dan Politik: Perlawanan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari terhadap Penjajah (Bagian II)


    "Ayo kita ramaikan, kita semarakkan acara napak tilas ini. Semoga kita semuanya mendapat berkah dari para masyayikh dan para ulama," ajak ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang ini.


    Panitia telah menyiapkan dua posko kesehatan demi kelancaran dan keselamatan peserta. Posko pertama terletak di depan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jombang, sedangkan posko kedua ada di depan Kantor Majelis Wakil Cabang Nadhlatul Ulama (MWCNU) Diwek. 

    Komentar
    Additional JS