0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Spesial Sya‘bān Sya’ban

    Bulan Sya‘bān, Bulan Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ - NU Online

    5 min read

     

    Bulan Sya‘bān, Bulan Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ



    Bulan Sya‘bān merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Dalam tradisi Islam, khususnya di kalangan ulama Ahlussunnah wal Jamā‘ah, Sya‘bān dikenal sebagai bulan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muḥammad ﷺ. Keutamaan ini dijelaskan dalam berbagai nash syariat serta keterangan para ulama dalam kitab-kitab klasik, di antaranya Mādzā fī Sya‘bān karya Sayyid Muḥammad bin ‘Alawī al-Mālikī al-Ḥasanī.


    Dalam Mādzā fī Sya‘bān, Sayyid Maliki menjelaskan bahwa bulan Sya‘bān adalah bulan yang sering dilalaikan oleh banyak manusia karena posisinya berada di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadhann. Padahal, Rasulullah ﷺ justru memperbanyak ibadah pada bulan ini sebagai bentuk persiapan ruhani. (Mādzā fī Sya‘bān, hlm. 23–26)


    Penjelasan ini sejalan dengan hadis yang diriwayatkan dari Usāmah bin Zaid RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


    ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ


    “Bulan Sya‘bān adalah bulan yang sering dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramaḍān. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah, dan aku senang apabila amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.” (HR. an-Nasā’ī, no. 2357)


    Selain puasa, Sayyid Maliki menegaskan bahwa amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Sya‘bān adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ. Beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama salaf bahkan menamai bulan Sya‘bān sebagai bulan shalawat kepada Rasulullah ﷺ:


    وكان بعض السلف يسمّي شهر شعبان شهر الصلاة على النبي ﷺ


    “Sebagian ulama salaf menamai bulan Sya‘bān sebagai bulan shalawat kepada Nabi ﷺ.” (Mādzā fī Sya‘bān, hlm. 24)


    Anjuran memperbanyak shalawat ini sejalan dengan firman Allah SWT:


    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. al-Aḥzāb: 56)


    Keutamaan shalawat juga ditegaskan oleh al-‘Izz bin ‘Abdissalām dalam Qawā‘id al-Aḥkām fī Maṣāliḥ al-Anām, bahwa shalawat merupakan bentuk syukur atas nikmat terbesar berupa diutusnya Rasulullah ﷺ sebagai pembawa hidayah:


    الصلاة على النبي ﷺ شكرٌ لله تعالى على أعظم نعمه، إذ كان سببًا لهداية الخلق
    (Qawā‘id al-Aḥkām, Juz I, hlm. 157)


    Sementara itu, Qāḍī ‘Iyāḍ dalam asy-Syifā’ bi Ta‘rīf Ḥuqūq al-Muṣṭafā menegaskan bahwa memperbanyak shalawat merupakan bagian dari pengagungan dan bukti kecintaan kepada Rasulullah ﷺ:


    ومن توقيره ﷺ وتعظيمه كثرةُ الصلاة عليه، والدعاء له
    (asy-Syifā’, Juz II, hlm. 24)


    Pentingnya adab dalam bershalawat juga sering ditekankan para ulama. Dikisahkan bahwa Imam al-Ghazālī sangat menjaga adab ketika menuliskan shalawat kepada Nabi ﷺ, dengan selalu menyertakan salam secara sempurna. Kisah ini disebutkan dalam pembahasan adab bershalawat oleh para ulama, sebagai pengingat bahwa shalawat bukan sekadar lafaz lisan, tetapi ibadah yang menuntut pengagungan lahir dan batin.


    Oleh karena itu, Sayyid Muḥammad bin ‘Alawī al-Mālikī menegaskan bahwa bulan Sya‘bān seharusnya diisi dengan shalawat yang berkualitas: dilakukan dengan penuh kesadaran, adab, dan rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ, sebagai bekal ruhani sebelum memasuki bulan suci Ramaḍān. (Mādzā fī Sya‘bān, hlm. 25–26)


    Tradisi memperbanyak shalawat ini terus hidup di tengah masyarakat Nahdliyin melalui majelis-majelis shalawat, amalan rutin, serta doa malam Nishfu Sya‘bān. Dengan memperbanyak shalawat di bulan Sya‘bān, umat Islam diharapkan memperoleh limpahan rahmat, diangkat derajatnya, dan kelak mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ.


    Oleh: Fahmi Burhanuddin (Alumni Ponpes An-Nawawi Berjan & STAI Imam Syafii Cianjur)


    Komentar
    Additional JS