Niat dan Doa Puasa Ramadan: Dalil dan Hikmahnya - Lirboyo

Pendahuluan
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan agung dalam syariat. Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang menyucikan jiwa, mendidik kesabaran, serta mendekatkan hamba kepada Allah SWT. Di antara unsur terpenting dalam puasa adalah niat dan doa, sebab niat menjadi ruh ibadah, sedangkan doa adalah manifestasi ketundukan dan penghambaan seorang hamba kepada Rabb-nya.
Makna dan Kedudukan Niat dalam Puasa
Secara bahasa, niat berarti قصد القلب (penyengajaan dan tujuan hati). Secara istilah syar’i, niat adalah tekad hati untuk melakukan ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya :“Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang hanya memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan.”[¹ Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Ismā‘īl al-Bukhārī al-Ju‘fī, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī juz. 1 hlm. 3]
Baca Juga: Meraih Keberkahan Waktu dengan Doa dan Dzikir
Para ulama ushul fiqh menegaskan bahwa niat merupakan syarat sahnya ibadah. Jika seseorang beribadah tanpa adanya Niat untuk beribadah kepada Allah SWT, maka amal tersebut akan sia-sia.
Lafaz Niat Puasa Ramadan
Niat puasa pada hakikatnya cukup di dalam hati. Namun, sebagian Ulama juga menganjurkan untuk melafalkan niat untuk membantu menghadrikan kesadaran.
Lafaz niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya :“Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
Namun, selain puasa untuk satu hari esok, ada sebuah dalil yang menjelaskan tentang niat dan doa puasa 1 bulan penuh. Jadi pembaca bisa tenang ketika jika suatu hari lupa untuk membaca niat dan doa untuk puasa Ramadan.
Baca Juga: Bulan Rajab dan Kesadaran Diri: Doa dan Dzikir sebagai Jalan Kembali
Niat puasa satu bulan penuh sedikit berbeda dengan niat di hari-hari biasa. Kendati ada beberapa tambahan lafadz dalam niat ini. Berikut merupakan niat puasa Ramadhan satu bulan penuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ كُلِّهَا تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu ṣauma syahri Ramaḍāna hādhihi as-sanati kullihā taqlīdan lil-imāmi Mālikin farḍan lillāhi ta‘ālā.
Artinya :“Saya niat puasa Ramadan satu bulan penuh tahun ini mengikuti Imam Malik fardlu karena Allah.”
Waktu Berniat Puasa
Para ulama sepakat bahwa niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Hal ini berdasarkan hadis:
مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya :“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasa baginya.”[² Sunan Abī Dāwūd ma‘a Syarḥih ‘Aun al-Ma‘būd]
Dari hadist ini, sudah jelas bahwa waktu untuk berniat puasa adalah ketika malam hari. dan umumnya, masyarakat nusantara melakukan niat puasa bersama-sama setelah shalat jamaah tarawih.
Baca Juga: Menyambut Bulan Rajab dengan Doa-Doa Keselamatan di Dunia dan Akhirat
Saat Berbuka Puasa
Selain doa dan niat untuk berpuasa, ada juga doa yang bisa kita lakukan ketika berbuka puasa. Saat berbuka puasa, terdapat doa yang masyhur dari Nabi SAW:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Artinya :“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Hikmah Niat dan Doa dalam Puasa
1. Menghadirkan keikhlasan
Niat meluruskan tujuan ibadah agar semata-mata karena Allah, bukan karena kebiasaan atau tradisi.
2. Meningkatkan kesadaran spiritual
Dengan berdoa, kita sadar bahwa ibadah yang kita lakukan bukan karena perintah atau kebiasaan, tapi penghambaan yang jelas bahwa semuanya untuk Allah SWT.
3. Mendidik hati dan jiwa
Dengan niat yang benar dan doa yang khusyuk, puasa menjadi sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
Penutup
Niat dan doa adalah dua unsur fundamental dalam ibadah puasa Ramadan. Niat menjadi ruh dan fondasi sahnya puasa, sedangkan doa adalah ekspresi ketundukan dan pengharapan kepada Allah SWT. Dengan menghidupkan niat yang ikhlas serta memperbanyak doa, puasa Ramadan tidak hanya menjadi ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual menuju ketakwaan.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadan dengan niat yang tulus dan doa yang khusyuk, sehingga meraih derajat takwa di sisi Allah SWT.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo