Sejumlah Amalan yang Bisa Dilakukan di Malam Nisfu Sya'ban - NU Online
Jakarta, NU Online
Umat Islam telah memasuki bulan Sya'ban 1447 H sejak Selasa (20/1/2026) lalu. Artinya, pada Senin (2/2/2026) malam, umat Islam akan memperingati malam Nisfu Sya'ban, salah satu malam yang penting bagi umat Islam. Hal ini karena pada malam tersebut dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Ustadz Hengki Ferdiansyah menjelaskan bahwa terdapat banyak ibadah yang bisa dilakukan pada bulan Sya'ban, termasuk malam Nisfu Sya'ban di dalamnya, yang merupakan salah satu cara Nabi Muhammad memuliakan bulan kedelapan Hijriah ini.
"Di antara bulan yang dimuliakan Rasul itu adalah Sya’ban. Beliau memuliakannya dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa dan ibadah lainnya," tulis Ustadz Hengki sebagaimana dikutip NU Online dalam artikelnya berjudul Hukum Merayakan Malam Nisfu Sya'ban, pada Senin (2/2/2026).
Umat Islam terbiasa memperingati malam pertengahan bulan Sya'ban ini dengan berkumpul sembari beribadah dan melakukan amalan lainnya secara berjamaah. Setidaknya, Ustadz Hengki menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya'ban bisa diisi dengan shalat Isya berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Subuh yang juga dengan berjamaah.
Penjelasan tersebut ia kutip dari kitab Qalyubi wa Umairah. “Disunahkan menghidupkan malam hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dengan berzikir dan shalat, khususnya shalat tasbih. Sekurang-kurangnya adalah mengerjakan shalat Isya berjamaah dan membulatkan tekad untuk shalat Shubuh berjamaah. Amalan ini juga baik dilakukan di malam Nisfu Sya’ban, awal malam bulan Rajab, dan malam Jumat karena pada malam-malam tersebut doa dikabulkan,” tulis Ustadz Hengki, menerjemahkan kitab tersebut.
Senada, memperbanyak doa menjadi anjuran Utama pada malam Nisfu Sya'ban. Pasalnya, Nabi Muhammad saw dalam hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi bersabda, “(Rahmat) Allah swt turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan).”
Selain itu, hal lain yang bisa dilakukan untuk mengisi malam Nisfu Sya'ban adalah banyak membaca dua kalimat syahadat. Sebab, dua kalimat mulia ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menegaskan hal tersebut dalam kitabnya, Maa Dza fi Sya'ban.
"Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya," demikian tulis Ustadz Hengky dalam artikel berjudul Tiga Amalan pada Malam Nisfu Sya'ban.
Murahnya ampunan Allah swt pada malam Nisfu Sya'ban juga perlu disambut dengan memperbanyak istighfar. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan bahwa istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya.
"Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan," tulis Ustadz Hengki mengutip Sayyid Muhammad.
Lebih lanjut, Ustadz Hengki mengungkapkan bahwa pandangan mengenai keutamaan malam Nisfu Sya'ban diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan Ibnu Hibban berikut.
“Allah memperhatikan makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang kafir dan orang yang bermusuhan.”
Ustadz Hengki menerangkan bahwa hadits riwayat Ibnu Hibban ini juga banyak disampaikan oleh perawi hadits lainnya, meskipun dengan redaksi dan silsilah sanad yang berbeda.
Sejumlah ulama menyebut sebagian hadits tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban dhaif. Namun, Ustadz Hengki menekankan bahwa kedhaifan hadits itu tidak berati berujung pada larangan untuk merayakan malam Nisfu Sya’ban dengan beribadah. Sebab, mayoritas ulama membolehkan pengamalan hadits dhaif untuk fadhail a’mal.
"Dengan demikian, pada saat malam Nisfu Sya’ban nanti, mari, kita perbanyak ibadah, doa, dan minta ampunan pada Allah, sebab di malam itu Allah akan menjawab doa hamba-hamba-Nya," tulisnya.
Sementara itu, Ustadz Faruq Hamdi menjelaskan bahwa di antara amalan lain yang dilakukan pada malam Nisfu Sya'ban adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali yang dilanjutkan dengan berdoa. Hal ini sudah menjadi tradisi di Bumi Nusantara.
Demikian ia jelaskan dalam artikelnya berjudul Seputar Amalan dan Keutamaan Bulan Sya'ban yang dikutip NU Online pada Selasa (2/2/2026).
Menurutnya, doa pada malam Nisfu Sya'ban tidak mungkin tertolak. Hal ini sebagaimana ditegaskan Nabi Muhammad saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Dailami, Imam ‘Asakir, dan Al-Baihaqy berikut.
“Ada lima malam di mana doa tidak tertolak pada malam-malam tersebut, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya‘ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”