Gus Ipul jadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama 2026 - Tribunnews
Gus Ipul jadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama 2026
Saifullah Yusuf dipercaya menjadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 2026.
Ringkasan Berita:
- Saifullah Yusuf dipercaya memimpin kepanitiaan Muktamar ke-35 sekaligus Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama.
- Panitia inti telah dibentuk dan kini melengkapi struktur serta materi, sementara lokasi Muktamar masih dalam tahap pembahasan.
- Muktamar direncanakan Juli–Agustus 2026, semua kader berpeluang maju termasuk Yahya Cholil Staquf, namun Gus Ipul memastikan tidak akan mencalonkan diri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, dipercaya menjadi Ketua Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 2026.
Gus Ipul menyampaikan bahwa persiapan Muktamar terus dimatangkan, termasuk pembentukan panitia inti yang kini telah rampung.
“Panitia inti sudah dibentuk. Insyaallah sebelum Muktamar nanti akan diselenggarakan Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama. Saya dipercaya sebagai Ketua Panitia Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama sekaligus Ketua Panitia Muktamar,” kata Gus Ipul, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kelurahan Surodakan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (29/3/2026).
Dalam struktur kepanitiaan, Ahmad Said Asrori ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan akan didampingi Muhammad Nuh sebagai sekretaris SC.
Sementara itu, posisi sekretaris Organizing Committee (OC) diisi oleh Amin Said Husni.
Gus Ipul menjelaskan, saat ini panitia masih melengkapi struktur kepanitiaan sekaligus menyusun materi untuk Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama yang nantinya menjadi bahan utama dalam Muktamar.
Meski kepanitiaan mulai terbentuk, lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 hingga kini masih dalam tahap pembahasan.
Sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah, namun keputusan final akan ditentukan melalui rapat internal.
“Yang mengusulkan banyak, tapi nanti akan diputuskan melalui rapat,” ujarnya.
Gus Ipul memastikan seluruh rangkaian agenda, mulai dari Konferensi Besar, Munas Alim Ulama, hingga Muktamar, akan berjalan kondusif sesuai ketentuan organisasi.
Ia juga menegaskan bahwa semua kader NU yang memenuhi syarat memiliki kesempatan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, termasuk petahana Yahya Cholil Staquf.
Namun demikian, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan mencalonkan diri dalam kontestasi tersebut.
“Tidak ada potongan saya jadi ketua umum,” tegasnya.
Adapun Muktamar NU ke-35 direncanakan berlangsung pada Juli atau paling lambat Agustus 2026, sementara Konferensi Besar dijadwalkan digelar pada April 2026.
Polemik di PBNU
Perseteruan di PBNU mencuat sejak rapat Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.
Latar Belakang Polemik
• Rapat Syuriyah 20 November 2025: Syuriyah PBNU mengeluarkan keputusan yang dianggap memberhentikan Gus Yahya sebagai Ketua Umum.
• Dualisme dasar hukum: Kubu Rais Aam berpegang pada Peraturan Perkumpulan, sementara Gus Yahya menegaskan posisinya sah berdasarkan AD/ART PBNU.
• Konferensi alim ulama: Pertemuan di kantor PBNU Jakarta pada 23 November 2025 memperlihatkan perbedaan tajam antara dua kubu.
Poin-Poin Perselisihan
• Legitimasi kepemimpinan: Apakah keputusan Syuriyah bisa langsung memberhentikan Ketua Umum, atau harus melalui mekanisme Muktamar.
• Interpretasi AD/ART: Gus Yahya menilai AD/ART memberi kewenangan penuh pada Ketua Umum, sementara Syuriyah menekankan peran Rais Aam sebagai pengawas tertinggi.
• Soliditas organisasi: Konflik ini menimbulkan kegelisahan di PWNU daerah yang khawatir akan perpecahan.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul Panitia Inti Muktamar PBNU 2026 telah Dibentuk, Gus Ipul akan Pimpin Kepanitiaan