0
News
    Home Berita Featured Romadhon Spesial

    Ngaji Kentong Ramadhan, Urgensi Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak - NU Online

    3 min read

     

    Ngaji Kentong Ramadhan, Urgensi Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak

    Surabaya, NU Online Jatim

    Ketua Bidang Dakwah Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Prof Zumratul Mukkafa sebagai narasumber utama untuk membedah peran krusial ibu dalam pembentukan karakter pecinta pada anak usia dini melalui penanaman nilai-nilai Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja).


    Dalam paparannya, Prof Zumratul mengatakan, gelar ibu membawa tanggung jawab yang sangat besar. Secara etimologi, kata Um dalam bahasa Arab bermakna mualimul haq atau pengajar kebenaran. Menyoroti berbagai fenomena sosial terkini, mulai dari kasus gangguan mental skizofrenia hingga ketidakharmonisan keluarga, sebagai pengingat bagi para ibu untuk melakukan deteksi dini serta pendampingan agama yang maksimal terhadap anak-anak mereka.


    Selanjutnya, terdapat lima peran sentral yang harus dijalankan seorang ibu: sebagai teladan, pengasuh yang membersamai, pengajar atau madrasatul ula, pemimpin yang ditaati, serta sahabat tempat anak mencurahkan hati.


    "Anak sudah belajar, bahkan sejak dalam kandungan melalui apa yang dirasakan dan didengar dari aktivitas ibunya," ujarnya dalam program Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan di Aula Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ahad (08/03/2026).


    Prof Zumratul menekankan pentingnya stabilitas emosional. Terkait pembentukan karakter pecinta, ia mengidentifikasi sembilan objek cinta utama: cinta kepada Allah, Rasulullah, tanah air, Nahdlatul Ulama (NU), keluarga, sesama Muslim, sesama manusia, sesama makhluk hidup, dan lingkungan.


    Menariknya, kecintaan pada NU ditempatkan di posisi keempat sebelum keluarga melalui sanad keilmuan para ulama NU, seseorang dapat membangun keluarga yang sakinah. Prof Zumratul juga mengingatkan pentingnya masa ‘Golden Age’, di mana kecerdasan anak terbentuk 50 persen pada usia 0-4 tahun dan mencapai 80 persen hingga usia 8 tahun.


    “Meskipun mendidik anak adalah kewajiban bersama suami-istri, tanggung jawab ibu ditekankan tiga kali lebih besar dalam hal kesabaran dan ketangguhan,” jelasnya.


    Acara ini ditutup dengan ajakan bagi para ibu untuk mampu menciptakan surga di dalam rumah tangga melalui ketenangan dan energi positif, guna mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang mencintai sesama makhluk dan juga alam semesta.
     

    Penulis: Ramadhan


    Komentar
    Additional JS