0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Spesial

    42 Tahun Jualan Es Tung Tung dari Harga Rp 25 hingga Rp 2.000, Kini Ili dan Yayah Jemput Impian Pergi Haji - Kompas

    9 min read

     

    42 Tahun Jualan Es Tung Tung dari Harga Rp 25 hingga Rp 2.000, Kini Ili dan Yayah Jemput Impian Pergi Haji

    CIREBON, KOMPAS.com - Bunyi "tung-tung" yang ia ketuk di gerobak motor setiap hari menandai kisah perjalanan panjang hidupnya.

    Perantau asal Ciamis ini telah berjualan es tung tung keliling di Kabupaten Cirebon selama 42 tahun.

    Kesederhanaan serta tekad kuat menabung selama puluhan tahun dari hasil berdagang menjadikan dirinya bersama sang istri sebagai peserta haji pada tahun 2026 ini.

    Baca juga: Kisah Nana Pedagang Minuman di Bogor, Penghasilan Tak Tentu tapi Bisa Sekolahkan 3 Anak

    Ini adalah kisah inspiratif seorang warga bernama Ili (62), warga Desa Dharmaraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis.

    Ranjau Laut Iran Sulit Dideteksi, AS Butuh Waktu 6 Bulan Bersihkan Selat Hormuz

    Pada tahun 1984, dia datang ke Cirebon seorang diri tanpa membawa apa-apa.

    Dia hanya menemui dan mengikuti kakaknya untuk sekadar bertahan hidup.

    Baca juga: Kucing-Kucingan dengan Petugas, Bertahan di Jalan: Potret Kerasnya Hidup Fitriyani

    Ili dipertemukan dengan usaha es tung tung keliling.

    Dia belajar dan lambat laun menjadikan jualan es tung tung sebagai pekerjaan utamanya.

    Ili keluar masuk desa, melewati gang-gang sempit, dan kondisi jalan yang masih terjal.

    Suara "tung-tung" yang ia bunyikan tiap keliling menjadi penanda kehadirannya di tengah permukiman warga.

    Baca juga: Cerita Pedagang Sayur dan Penjaga Sekolah di Kuningan, Menabung Puluhan Tahun demi Berangkat Haji

    Ili bercerita, selama 42 tahun di Cirebon, dirinya mengalami berbagai perubahan.

    Mulanya, Ili berjualan es tung tung dengan menggunakan gerobak dorong yang dijual Rp 25 perak per satu porsi.

    Kini, Ili menjajakan es itu menggunakan sepeda motor dengan harga Rp 2.000-Rp 5.000 per satu porsi.

    Baca juga: Kartini di Balik Jamu Gendong, Perjuangan Sukati Menjadi Tulang Punggung Keluarga

    Impian Pergi Haji

    Di tengah perjalanan hidupnya, Ili tiba-tiba bermimpi dan ingin sekali pergi ke Tanah Suci.

    Akhirnya sejak tahun 2005, Ili mulai menabung dari sisa hasil dagangannya.

    Nominalnya tak besar, Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per hari, tetapi dilakukan dengan konsisten.

    Baca juga: “Happy Ending” Pak Guru Azis: 6 Bulan Kayuh Sepeda ke Sekolah, Kini Dapat Motor dari Orang Baik

    "Datang ke Cirebon tahun 1984. Saya ikut kakak jualan es tung tung keliling dan hingga hari ini, masih jualan. Pendapatan sehari tergantung, kadang kecil, sedang, dan juga dapat banyak, semisal Rp 10.000-Rp 20.000," kata Ili, saat ditemui Kompas.com di rumahnya pada Senin (13/4/2026) siang.

    Ili menyebut, musim hujan menjadi masa paling berat.

    Dagangan sering sepi, bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari pun terkadang sulit terpenuhi.

    Baca juga: Dari Ulekan Rujak ke Tanah Suci: Perjuangan 16 Tahun Machmudah Wujudkan Mimpi Pergi Haji

    Namun, ia tak pernah menyerah. Baginya, niat dan ketekunan adalah kunci.

    Tabungan manual yang dia mulai di tahun 2005 ini akhirnya bisa dipakai untuk membuka tabungan haji sebagai setoran awal haji pada tahun 2013.

    Setelah 21 tahun menabung, tak disangka, Ili dan Yayah dijadwalkan berangkat haji pada 19 Mei 2026.

    Dia tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengaku tak pernah menyangka, hasil dari berjualan es tung tung keliling bisa membawanya sejauh ini.

    "Awalnya tak menyangka dan saya bahagia sekali. Saya dan istri bisa berangkat haji dari tabungan jualan es tung tung ini," ujarnya dengan mata berbinar.

    Ili dan Yayah pasutri yang tinggal di Belakang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon menjadi salah satu calon jemaah haji yang berangkat pada 19 Mei 2026 mendatang. Ili merupakan salah satu jamaah yang memiliki kisah perjuangan dengan menabung selama 21 tahun sebagai penjual es Tung Tung keliling.

    Lihat Foto

    Baca juga: Kisah Penjual Nasi di Semarang, Sisihkan Rp 10.000 Sehari demi Berangkat Haji

    Keterbatasan Bukan Penghalang

    Sofyan, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Alwasliyah Kabupaten Cirebon, mengaku bangga dengan kegigihan Ili yang mampu memenuhi seluruh persyaratan ibadah haji.

    Menurutnya, perjalanan hidup Ili menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mewujudkan rukun Islam kelima.

    Baca juga: Dari Bankir ke Petani Hidroponik, Pensiunan di Serang Raup Omzet Rp 30 Juta per Bulan

    "Ini sangat menginspirasi bagi masyarakat lain. Dengan kondisi yang sederhana, beliau bisa membuktikan bahwa niat dan usaha yang kuat dapat mengantarkan seseorang menunaikan ibadah haji," kata Sofyan kepada Kompas.com pada Senin (14/4/2026) siang.

    Dalam proses persiapan, KBIH Al-Washliyah melakukan sejumlah tahapan untuk memastikan seluruh jemaah siap berangkat ke Tanah Suci.

    Salah satunya melalui bimbingan manasik haji yang dilakukan secara intensif.

    Sebanyak 15 kali pertemuan digelar dengan metode sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh jemaah, yang berasal dari latar belakang usia dan pendidikan yang beragam.

    Ili dan Yayah pasutri yang tinggal di Belakang Pasar Sumber Kabupaten Cirebon menjadi salah satu calon jemaah haji yang berangkat pada 19 Mei 2026 mendatang. Ili merupakan salah satu jamaah yang memiliki kisah perjuangan dengan menabung selama 21 tahun sebagai penjual es Tung Tung keliling.

    Lihat Foto

    Baca juga: Berawal dari Jualan Gudeg di Bawah Pohon Rambutan, Suami Istri di Sleman Wujudkan Impian Naik Haji

    Materi yang diberikan diharapkan menjadi bekal penting selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

    Tahun ini, total terdapat 80 jemaah yang tergabung dalam KBIH Al-Washliyah Kabupaten Cirebon.

    Mereka dibagi ke dalam dua rombongan.

    Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026 dalam Kloter 40, yang merupakan kloter terakhir dari Jawa Barat.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS