Dari Ganti Pampers Hingga Mengantar ke Raudhah, Layanan Petugas untuk Jamaah Haji Lansia - Republika
Dari Ganti Pampers Hingga Mengantar ke Raudhah, Layanan Petugas untuk Jamaah Haji Lansia
Republika/Edwin Dwi Putranto Petugas membantu jamaah calon haji kloter 1 Jakarta lansia setibanya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Sebanyak 393 jamaah calon haji kloter 1 mulai masuk ke Asrama Haji Pondok Gede Jakarta sebelum bertolak ke tanah suci untuk menjalani rangkaian ibadah haji.

Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah
REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memaksimalkan layanan bagi jamaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas, khususnya sejak tiba di bandara hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bidang (Kabid) Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, mengatakan pelayanan terhadap jamaah lansia menjadi perhatian khusus agar mereka merasa nyaman, aman, dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik.
"Pelayanan pertama saat kedatangan menjadi perhatian utama. Ketika jemaah lansia naik dan turun dari bus (bandara), prosesnya dilakukan secara khusus agar tidak mengganggu layanan jamaah lain dan mereka bisa mendapatkan penanganan yang lebih maksimal," kata Suviyanto, saat meninjau kedatangan Jamaah Haji Embarkasi KJT Kloter 8 di Hotel Manail Al Aswaf Sektor 5, Senin(27/4/2026) malam.
Suviyanto menjelaskan, pada saat kedatangan di hotel, petugas langsung memberikan layanan awal, termasuk membantu jamaah turun dari kendaraan, menuju lobi hotel, hingga mengantarkan ke kamar masing-masing.
Menurut dia, layanan tersebut juga disertai dengan pemberian ruang istirahat sementara di area lobi hotel agar jemaah lansia dapat beristirahat lebih dulu sebelum menuju kamar.“Misalnya ada jamaah lansia yang baru datang, kami berikan tempat tertentu di lobi untuk istirahat supaya mereka merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik,"ujar dia.
Untuk menunjang pelayanan tersebut, PPIH telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti kursi roda, akses ramah lansia, serta pendampingan petugas hingga ke kamar hotel.
"Tidak semua lansia membutuhkan kursi roda, tetapi bagi yang membutuhkan, kami siapkan. Alhamdulillah, hotel-hotel di Madinah juga sudah memiliki akses ramp door yang memudahkan mobilitas kursi roda dari lobi menuju kamar,"kata dia.
Halaman 2 / 2
Suviyanto menambahkan, petugas lansia juga mencatat secara rinci posisi kamar jamaah, mulai kloter, lantai, hingga nomor kamar agar proses pendampingan lebih mudah dilakukan.“Sejak turun dari bus, menuju lobi, sampai ke kamar, semua dibantu oleh petugas, termasuk barang bawaannya,”kata dia.
Dia menjelaskan, ada tiga layanan yang diberikan petugas kepada jamaah lansia, mulai dari pelayanan fisik, pelayanan ibadah hingga pelayanan sosial. "Dari menggantikan pampers, jika terpisah dengan rombongan kita usahakan untuk bergabung kembali ke rombongannya, bahkan dibantu juga untuk menghubungi keluarga di rumah lewat telepon petugas. Kebutuhan fisik sampai sosialnya, petugas harus siap bantu,"kata dia.
Meskipun ada petugas yang siap membantu, namun pihaknya tetap mengimbau jamaah lansia, terutama yang berusia di atas 80 tahun atau memiliki keterbatasan fisik, untuk lebih banyak beristirahat dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas berat.
“Kami mengimbau agar lansia lebih banyak beristirahat. Ibadah sunah bisa dilakukan di tempat masing-masing, tidak harus selalu keluar hotel,”ujar dia.
Untuk mendukung hal itu, PPIH juga meminta bantuan dari ketua rombongan dan regu agar ikut membantu jamaah lansia, mengingat keterbatasan jumlah petugas di lapangan.
“Kami minta kepada rombongan dan regunya untuk saling membantu, terutama bagi jemaah yang membutuhkan kursi roda. Jadi ada kerja sama antara petugas dan sesama jemaah," katanya.
Suviyanto juga mengingatkan kondisi cuaca di Kota Madinah dan Makkah saat ini cukup panas, sehingga jemaah lansia diminta menjaga stamina dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar.
"Kondisi di sini cukup panas. Kami mengimbau jemaah yang berusia di atas 60 tahun untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar, terutama untuk ibadah sunnah. Simpan tenaga untuk puncak haji nanti,"kata dia.
Meski demikian, untuk beberapa ibadah penting seperti ziarah ke Raudhah dan umrah, petugas akan tetap memberikan pendampingan khusus, termasuk layanan kursi roda dan pengawalan selama pelaksanaan ibadah.
sumber : MCH 2026
Berita Terkait
Terpisah Dua Hari di Madinah, Roisa Akhirnya Temui Suaminya Jauhari yang Demensia
Ihram - 17 menit yang lalu
Jelang Pergeseran ke Makkah, Jamaah Haji di Madinah Mulai Ramai Kirim Oleh-oleh Via Kargo
Ihram - 3 jam yang lalu
Arab Saudi Izinkan Warga Lokal dan Teluk Umrah Hingga 3 Mei 2026
Ihram - 3 jam yang lalu
Bus Jamaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Tujuh Orang Jamaah Luka Ringan, Seorang Dirawat
Ihram - 4 jam yang lalu
Kemenhaj: Jamaah Haji yang Ingin Sembelih Dam di Dalam Negeri Bisa Menyalurkan Lewat Laznas
Ihram - 5 jam yang lalu