0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Gus Ipul KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Kereta KRL Lintas Peristiwa Muslimat NU Spesial

    Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL - suara

    4 min read

     

    Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL


    Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 (Instagram/kai121_)

    Baca 10 detik

    • Menteri Sosial Gus Ipul melayat Nurhayati, korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur pada Kamis, 30 April 2026.
    • Almarhumah dikenal sebagai aktivis sosial, penggerak Muslimat NU, serta pejuang ekonomi keluarga melalui usaha warung kecil.
    • Kementerian Sosial akan memberikan asesmen serta pendampingan bagi keluarga almarhumah dan seluruh korban kecelakaan KRL tersebut.

    Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap kesannya terhadap sosok Nurhayati, korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL di Bekasi Timur. Menurutnya, almarhumah bukan hanya sosok ibu rumah tangga biasa, tetapi juga dikenal sebagai aktivis sosial yang semasa hidupnya banyak mengabdikan diri untuk kepentingan orang lain.

    Gus Ipul mengungkapkan bahwa mendiang juga telah meninggalkan sejumlah warisan penting bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

    "Yang satu warisan di bidang sosial, beliau seorang aktivis, seorang penggerak yang selama ini tidak berpikir hanya untuk kepentingan dirinya sendiri dan keluarganya, tapi juga berpikir untuk kepentingan orang lain,” kata Gus Ipul saat mengunjungi rumah duka di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

    Ia berharap warisan tersebut bisa diteruskan oleh keluarganya. Gus Ipul menambahkan, almarhumah juga aktif dalam kegiatan organisasi keagamaan, Muslimat NU, yang dinilainya sebagai kontribusi besar dalam bidang kemanusiaan.

    “Beliau aktif di organisasi Muslimat. Itu adalah warisan yang luar biasa,” ucapnya.

    Selain di bidang sosial, Nurhayati juga dinilai sebagai sosok pejuang ekonomi keluarga. Ia menyebut almarhumah menjalankan usaha kecil yang mampu menopang kebutuhan rumah tangga.

    “Yang kedua di bidang ekonomi; beliau juga seorang pejuang ekonomi, pahlawan ekonomi, pahlawan keluarga, karena beliau membuka usaha kecil-kecilan, usaha warung,” jelasnya.

    Meski tergolong usaha sederhana, kata dia, warung tersebut memiliki peran besar bagi keberlangsungan hidup keluarga.

    “Usaha kecil ini telah bisa menghidupi keluarga almarhumah. Inilah yang dirasakan oleh putra-putrinya yang akan diteruskan ke depan,” katanya.

    Baca Juga: Anak Tantrum, Seorang Ibu Batal Naik KRL yang Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek

    Lebih lanjut, Gus Ipul memastikan Kementerian Sosial akan memberikan pendampingan lanjutan berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan terhadap keluarga korban.

    Ia menegaskan, pendampingan tidak hanya diberikan kepada keluarga almarhumah, tetapi juga seluruh korban kecelakaan, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.

    “Ini tidak hanya berlaku untuk almarhumah, tapi seluruh korban; baik yang wafat maupun yang luka-luka, itu kita berikan asesmen. Nanti akan kita berikan dukungan sesuai kebutuhan setiap keluarga,” pungkasnya.

    Diketahui, Nurhayati tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi anaknya di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ia berangkat bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.

    Dalam situasi tersebut, Nurhayati beserta anak dan cucunya sempat berhasil dievakuasi. Namun, setelah itu korban mengalami pingsan akibat syok hingga dinyatakan meninggal dunia di dalam ambulans dalam perjalanan menuju rumah sakit.

    Komentar
    Additional JS