Khutbah Jumat: Saatnya Mewujudkan Ruang Publik yang Ramah untuk Anak Kecil dan Bayi - NU Online
Khutbah Jumat: Saatnya Mewujudkan Ruang Publik yang Ramah untuk Anak Kecil dan Bayi
Oleh karena adanya pro dan kontra terkait hal itu, khutbah Jumat ini mengangkat topik: Saatnya Mewujudkan Ruang Publik yang Ramah untuk Anak Kecil dan Bayi. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَحَثَّ عَلَى الرَّحْمَةِ وَالْإِتْقَانِ، وَجَعَلَ خَيْرَ النَّاسِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أُولِي الْفَضْلِ وَالدِّيَانَةِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا مَا بَيْنَكُمْ وَارْحَمُوا مَنْ حَوْلَكُمْ
Segala puji pada hakikatnya adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah, sehingga sudah sepatutnya kita menjadikan mereka sebagai teladan dalam kehidupan kita.
Selanjutnya, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu bentuk ketakwaan yang terkadang luput dari perhatian kita adalah bagaimana kita bersikap terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di ruang-ruang publik seperti masjid, transportasi umum, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Beberapa waktu yang lalu, sempat ramai di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang anak kecil berlari-lari di dalam kereta. Peristiwa ini memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian pihak memaklumi, dengan alasan bahwa anak tersebut masih kecil, sehingga perilaku demikian dianggap wajar.
Namun di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa perilaku tersebut seharusnya tidak dibiarkan, karena dapat mengganggu kenyamanan penumpang yang lain. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan menertibkan anaknya demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. Perdebatan ini pun meluas hingga memunculkan banyak tanggapan dari masyarakat.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Kita perlu menyadari bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang, termasuk kepada anak-anak dan bayi. Kasih sayang tersebut tidak hanya terbatas pada anak sendiri, tetapi juga kepada anak-anak orang lain. Sikap ini pun tidak hanya berlaku di ruang-ruang privat, melainkan juga harus tercermin di ruang publik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan teladan dalam hal ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim:
إِنِّي لَأَقُومُ فِي الصَّلَاةِ فَأُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَأَتَجَوَّزُ فِي صَلَاتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ
Artinya, "Sesungguhnya aku berdiri dalam shalat dan ingin memanjangkannya, lalu aku mendengar tangisan bayi, maka aku mempercepat shalatku karena tidak ingin memberatkan ibunya."
Nabi sedang memberikan contoh kepada kita bagaimana sikap orang dewasa terhadap anak kecil dan bayi, sekalipun sedang beribadah. Maka kita sebagai orang dewasa mesti mengalah demi menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak.
Sering kali kita menjumpai fenomena di tengah masyarakat, di mana anak kecil justru dianggap sebagai gangguan, baik di masjid maupun di ruang publik. Tangisan bayi dinilai mengganggu kekhusyukan dan ketenangan, sementara tingkah laku anak-anak dianggap merusak ketertiban.
Padahal, apabila kita meneladani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kita akan mendapati bahwa beliau justru memberikan ruang bagi anak-anak dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Meskipun hadis yang disebutkan berkaitan dengan peristiwa di dalam masjid, masjid sebagai tempat yang mulia saja memberikan ruang bagi anak-anak, apalagi di tempat-tempat umum seperti transportasi, jalan raya, dan ruang terbuka lainnya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari, syarah Shahih al-Bukhari, juz 2 halaman 276, memberikan penjelasan terkait hadis tersebut dengan mengatakan:
فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى الرِّفْقِ بِالصِّبْيَانِ وَمُرَاعَاةِ مَصَالِحِهِمْ
Artinya, "Hadits tersebut menunjukkan dalil tentang pentingnya bersikap lembut kepada anak-anak dan memperhatikan kemaslahatan mereka."
Sebab anak-anak itu juga pada prinsipnya sama-sama memiliki hak untuk menikmati ruang-ruang publik tersebut. Hanya saja, cara mengekspresikannya berbeda dengan orang dewasa. Perbedaan semacam ini memerlukan sikap yang dewasa dan bijak, terlebih pihak yang berbeda merupakan golongan yang belum mengerti apa-apa.
Selain itu, Allah memerintahkan kita selaku orang tua untuk melindungi keluarga kita. Di dalam surat At-Tahrim: 6 Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
Ayat ini memang tidak secara spesifik berbicara tentang topik yang sedang kita bahas. Namun, apabila kita cermati lebih dalam, perintah untuk menjaga keluarga, termasuk anak-anak, tidak hanya terbatas pada aspek akidah dan ibadah yang berkaitan dengan surga dan neraka semata.
Lebih dari itu, ayat ini juga mengisyaratkan pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Sebab lingkungan yang baik akan membentuk kepribadian yang baik pula, sehingga akan lebih mudah bagi kita untuk mengarahkan mereka ke jalan yang sesuai dengan ajaran Islam.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…
Kita juga memahami bahwa anak merupakan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Imam al-Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, juz 3 halaman 72, menegaskan bahwa anak adalah amanah di tangan orang tuanya, dan hatinya yang suci bagaikan permata yang sangat berharga.
Jika anak adalah amanah, maka bukan hanya orang tua yang memikul tanggung jawab, tetapi masyarakat juga memiliki peran dalam menyediakan ruang yang layak bagi mereka. Dalam konteks ruang publik, tanggung jawab untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada anak-anak tidak hanya berada di pundak orang tua, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama.
Oleh karena itu, mewujudkan ruang publik yang ramah anak berarti menghadirkan lingkungan yang tidak memusuhi anak kecil, memberikan toleransi terhadap perilaku alami mereka, menjaga keselamatan serta kenyamanan mereka, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara sehat.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…
Di dalam riwayat Imam al-Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melarang para sahabat untuk duduk-duduk di pinggir jalan. Namun, para sahabat memohon keringanan karena hal tersebut telah menjadi kebiasaan mereka. Rasulullah pun memberikan kelonggaran dengan syarat agar mereka tetap menunaikan hak jalan.
Para sahabat kemudian bertanya, “Apa saja hak jalan itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:
غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ
Menundukkan pandangan, menahan diri dari menyakiti, dan menjawab salam.
Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah…
Ungkapan kafful adza, yaitu menahan diri dari menyakiti, menjadi kunci penting dalam pembahasan ini. Rasulullah tidak membatasi siapa saja yang tidak boleh disakiti. Maka, sudah tentu, anak-anak, termasuk di dalamnya, tidak boleh diganggu, apalagi diperlakukan dengan keras.
Dalam riwayat Imam al-Bukhari yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا
Artinya, “Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua.”
Tentu setiap Muslim berharap dapat bersama Rasulullah, terlebih kelak di hari kiamat. Oleh karena itu, peringatan ini menjadi pengingat bagi kita untuk menunaikan hak masing-masing.
Yang muda hendaknya menghormati yang lebih tua, dan yang lebih tua berkewajiban menyayangi yang lebih muda, khususnya anak-anak yang sangat membutuhkan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.
Sikap ini juga harus kita wujudkan ketika berada di ruang publik. Kasih sayang kepada anak-anak dan bayi dapat kita tunjukkan dengan memaklumi perilaku alami mereka, bersikap sabar, dan mengedepankan sikap mengalah. Sehingga, mereka akan merasa diterima, tidak takut, dan tumbuh dengan rasa aman di tengah masyarakat.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ.. إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحِيْنَ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ.
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
M. Syarofuddin Firdaus, Dosen Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.