Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Trackers - Kompas
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
KOMPAS.com-Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Bandara Madinah diminta meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Arahan ini disampaikan Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, saat memberikan briefing kepada petugas di Hotel Daker Bandara Madinah, Minggu (19/4/2026).
Petugas menjadi garda terdepan dalam menyambut kedatangan jemaah di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz.
Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Peran tersebut dinilai krusial karena menjadi kesan pertama yang dirasakan jemaah setibanya di Arab Saudi.
Iran Siap "Tarik Pelatuk", Siaga Serangan AS Meski Gencatan Senjata Berlanjut
“Keberadaan kita penting untuk jemaah haji, terutama untuk memberikan rasa aman dan tenang. Kita merupakan Petugas pertama yang dilihat jemaah saat tiba di bandara sehingga kita harus memberikan kesan terbaik,” ujar Abdul Basir, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.
Ia menekankan bahwa petugas harus tetap mematuhi regulasi otoritas bandara setempat.
Namun demikian, petugas juga dituntut fleksibel dalam menjalankan tugas di lapangan demi kelancaran pelayanan.
“Ada beberapa hal yang memang harus kita fleksibel. Namun prinsipnya, kita tetap mengikuti ketentuan otoritas bandara. Tujuan kita sama memberikan pelayanan dan penghormatan kepada duyufurrahman,” lanjutnya.
Baca juga: Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Fokus layanan cepat di fast track
Abdul Basir menyoroti pentingnya kecepatan layanan, terutama pada fasilitas fast track yang menjadi fokus utama.
"Layanan di fastrack sangat cepat, waktu cukup ketat, tapi data kita juga harus akurat. Jadi kita dituntut untuk memberikan layanan yang ekstra cepat dan tepat,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa mayoritas jemaah haji Indonesia akan melalui skema Makkah Route.
Baca juga: Dikritik MUI, Pramono Janji Perbaiki Pemusnahan Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup
Sekitar 90 ribu jemaah akan tiba melalui jalur tersebut, khususnya dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.
Koordinasi data dan penempatan jemaah
Abdul Basir mengingatkan pentingnya koordinasi data antara Daker Bandara dan Daker Madinah.
Hal ini diperlukan karena satu kelompok terbang (kloter) bisa ditempatkan di dua hingga tiga hotel yang berbeda.
Baca juga: Dikritik MUI, Pemprov DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-sapu Satu per Satu
“Yang perlu diperhatikan, satu kloter bisa beda dua sampai tiga hotel. Maka kita harus aktif koordinasi data akomodasi ke Daker Madinah,” katanya.
Fasilitas untuk lansia dan disabilitas
Untuk mendukung kenyamanan jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas, berbagai fasilitas telah disiapkan.
Fasilitas tersebut meliputi mobil golf, payung, serta kursi roda yang tersedia di area bandara.
“Mobil golf sudah ada di terminal haji. Untuk fast track, kita butuh payung dan kursi roda yang cukup,” tambahnya.
Baca juga: 9–11 Jam di Pesawat saat Haji, Ini yang Boleh dan Dilarang Jemaah
Pembagian tugas di empat titik
Penugasan petugas di Bandara Madinah dibagi ke dalam empat titik utama.
Keempat titik tersebut meliputi terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero.
Konsentrasi petugas terbesar ditempatkan di area fast track karena menjadi titik utama kedatangan jemaah.
Baca juga: Polemik Ikan Sapu-sapu: Dikubur Hidup-hidup Dikritik, Dijadikan Pakan Ternak Dinilai Berbahaya
“Penugasan ada di empat titik, dengan konsentrasi terbesar di fast track, karena sekitar sekitar 90ribu jemaah kita turun di Mecca Route, yaitu jemaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar,” pungkasnya.
Jaga kekompakan dan pelayanan
Abdul Basir juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kekompakan dan disiplin selama bertugas.
Ia menekankan pentingnya niat pelayanan dalam mendampingi jemaah sejak kedatangan di Tanah Suci.
“Layani jemaah dengan sepenuh hati, jaga koordinasi, dan tetap solid di lapangan. Kita hadir di sini untuk memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik sejak pertama kali tiba di Arab Saudi,” tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang