0
News
    Home Berita Featured Haji Kesehatan Spesial

    Sembilan Pesan Kesehatan Haji untuk Jamaah Lansia dan Penyakit Kronik --Republika

    6 min read

     

    Sembilan Pesan Kesehatan Haji untuk Jamaah Lansia dan Penyakit Kronik

    Jamaah dianjurkan untuk membawa informasi nama generik dari obat yang dibawa.

     

    Republika/Fernan Rahadi Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi saat jamaah melaksanakan ibadah umrah sebelum dimulainya musim haji 2026, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada hari ini, Rabu (22/4/2026), kloter pertama jamaah haji Indonesia dijadwalkan menginjakkan kaki di Tanah Suci, Arab Saudi. Di balik antusiasme yang membuncah, terselip sebuah tantangan nyata berupa cuaca ekstrem, kerumunan jutaan orang, dan aktivitas fisik yang menuntut ketahanan prima, terutama bagi para jemaah lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronik.

    Ibadah haji adalah ibadah fisik yang luar biasa intens. Pakar kesehatan masyarakat yang menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI dan Adjunct Professor di Griffith University Australia, Prof Tjandra Yoga Aditama, membagikan panduan krusial. Dia yang pernah menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara dan Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mekkah pada era 90-an, menekankan pentingnya memerhatikan rekomendasi terbaru dari laman Nusuk Haji Arab Saudi per 21 April 2026.

    Sponsored

    "Sembilan rekomendasi ini harus menjadi perhatian serius, baik bagi jamaah itu sendiri maupun petugas kesehatan kita di lapangan," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (22/4/2026).

    Berikut ini sembilan rekomendasi kesehatan yang diberikan Prof Tjandra:

    1. Konsultasi: kejujuran adalah kunci

    Bagi jamaah dengan kondisi khusus seperti kanker lanjut, penyakit paru, jantung, ginjal, hati, hingga kepikunan (senilitas), langkah pertama adalah berbicara jujur pada ahlinya. Prof Tjandra mengingatkan jamaah untuk melakukan konsultasi kesehatan mendalam sebelum terbang.

    "Jamaah haji ini harus berkonsultasi pada petugas kesehatan untuk menilai kesiapan fisiknya dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan," ujarnya. Mengetahui batas kemampuan diri bukan berarti menyerah, melainkan bentuk ikhtiar agar ibadah tetap berjalan lancar.

    Loading...

    Berita Terkait

    Peta Panduan Pemondokan Jamaah Haji RI di Madinah

    Infografis - 2 jam yang lalu

    Menteri Haji Saudi Cek Kesiapan Tenda Mina

    Ihram - 4 jam yang lalu

    Denda Rp 91 Juta dan Larangan Masuk Saudi Selama 10 Tahun bagi Jamaah Haji Ilegal

    Ihram - 4 jam yang lalu

    Pesan Pangeran MBS untuk Penyelenggaraan Haji 2026

    Ihram - 5 jam yang lalu

    Jamaah Haji Indonesia Kloter Pertama akan Disambut dengan Shalawat Badar

    Ihram - 6 jam yang lalu

    Komentar
    Additional JS