0
News
    Home Berita Featured Haji Spesial

    200 Ribu Lebih Jemaah RI Sudah Berada di Tanah Suci Jelang Penutupan Penerbangan Haji - Viva

    6 min read

     

    200 Ribu Lebih Jemaah RI Sudah Berada di Tanah Suci Jelang Penutupan Penerbangan Haji

    Jemaah haji memutari Ka'bah saat bertawaf.

    VIVA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Penguatan dilakukan pada seluruh lini layanan, mulai dari penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas di lapangan.

    Baca Juga

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan fase Armuzna merupakan tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap, terukur, dan mengutamakan keselamatan jemaah.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan," ujar Ichsan di Mekkah, Kamis, 21 Mei 2026, seperti dilansir laman Kemenhaj

    Baca Juga

    Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Adapun jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.

    Selain itu, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

    Baca Juga

    Ichsan menjelaskan, dalam rangka mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

    "Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujarnya

    Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi. Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangannya ke hotel oleh PPIH.

    "Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing," tutur Ichsan.

    Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri bepergian jauh menjelang puncak haji. Menurutnya, saat ini jemaah perlu mulai menghemat tenaga dan fokus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ibadah di Armuzna.

    "Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor," katanya.

    Ichsan turut mengajak jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Kepedulian bersama dinilai penting untuk mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

    "Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya," ujar Ichsan.

    Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, serta seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.

    "Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk," ungkap Ichsan

    Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Diketahui, Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi, GACA, menyatakan penerbangan Haji 2026 beroperasi mulai 18 April hingga 21 Mei 2026 untuk kedatangan, sementara penerbangan pulang akan berlangsung dari 30 Mei hingga 30 Juni 2026. 

    GACA telah membagi penerbangan Haji menjadi dua fase utama: Fase Kedatangan: 18 April – 21 Mei 2026 (1 Dzul-Qi’dah hingga 4 Dzul-Hijjah 1447 H), dan  Fase Keberangkatan: 30 Mei – 30 Juni 2026 (13 Dzul-Hijjah hingga 15 Muharram 1448 H). Alur Perjalanan Penerbangan ke Madinah dimulai terlebih dahulu (dari 18 April) Penerbangan ke Jeddah dibuka mulai 4 Mei 2026.  
     

    Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

    Purbaya Batal Berangkat Haji: Sedih, Belum Saatnya Mungkin

    Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa batal berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia menegaskan mungkin belum rezekinya menunaikan ibadah ke tanah suc.

    img_title

    VIVA.co.id

    21 Mei 2026

    Komentar
    Additional JS