BREAKING NEWS: Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi, 2 Ribu Riyal atau Rp 9,2 Juta Per Orang - Tribunnews
BREAKING NEWS: Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi, 2 Ribu Riyal atau Rp 9,2 Juta Per Orang
Ringkasan Berita:
- Jamaah haji asal Aceh tahun ini kembali menerima dana Wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau sekitar Rp9,2 juta per orang.
- Pembagian mulai dilakukan di Mekkah kepada jamaah Kloter 2 dan akan berlanjut untuk kloter lainnya.
- Wakaf tersebut berasal dari aset peninggalan Habib Bugak Asyi yang dikhususkan bagi jamaah Aceh sejak awal 1800-an.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Tahun ini jamaah haji asal Aceh kembali menerima dana wakaf Baitul Asyi atau Wakaf Habib Bugak sebesar 2.000 riyal Saudi. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya mencapai sekitar Rp9,2 juta.
Pembagian dana tersebut mulai dilakukan pada Minggu (10/5/2026) setelah shalat ashar tadi, pukul 15.43 Waktu Arab Saudi atau pukul 19.43 WIB di Hotel Burj Al Wahda, Mekah, tempat jamaah haji asal Aceh menginap.
Penerima pertama adalah jamaah Kloter 2 yang berjumlah 393 orang, terdiri dari jamaah asal Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
Informasi tersebut disampaikan Kasubag Humas PPIH Embarkasi Aceh, Darwin, kepada Serambi tadi malam.
Ia mengatakan, pembagian dana Baitul Asyi sudah dimulai dan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan untuk kloter lainnya.
Jamaah Kloter 2 menjadi kelompok pertama yang menerima dana wakaf tersebut. Dana sebesar 2.000 riyal diserahkan langsung oleh Syeikh Dr Abdul Latif Baltou (sering disapa Syeikh Baltu), selaku Wakaf Baitul Asyi di Mekkah.
Darwin menjelaskan, pada hari-hari berikutnya dana akan terus disalurkan kepada jamaah Kloter 3, 4, dan 5 yang saat ini sudah berada di Kota Mekah. Sementara kloter lainnya masih terus berdatangan setiap harinya.
Katanya, seluruh jamaah nantinya juga akan menerima dana tersebut sesuai jadwal yang ditentukan pihak Nazir Wakaf.
Sedangkan jamaah Kloter 1 yang masih berada di Kota Madinah. Kloter pertama Aceh tergabung dalam gelombang pertama pemberangkatan sehingga mereka mendarat di Madinah. Berbeda dengan kloter lainnya yang mendarat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Mekah.
Darwin mengatakan seluruh kloter akan mendapatkan jadwal pembagian dana Wakaf Baitul Asyi yang diatur langsung oleh pihak Nazir Wakaf.
Jadwal tersebut harus dikoordinasikan dengan petugas haji dan pihak hotel agar pembagian berlangsung tertib.
Jumlah dana sebesar 2.000 riyal yang diterima jamaah tahun ini sama seperti tahun lalu.
Namun karena adanya perubahan nilai tukar rupiah, jika tahun lalu nilainya sekitar Rp8,7 juta, maka tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp9,2 juta.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Kloter 3 Terbang ke Jeddah, Kloter 4 Masuk Asrama Haji
Untuk diketahui, Habib Bugak Asyi atau bernama lengkap Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi adalah seorang saudagar dan ulama asal Aceh yang hidup sekitar awal 1800-an. Ia berasal dari kawasan Bugak, Bireuen.
Pada sekitar tahun 1809, Habib Bugak bersama sejumlah saudagar Aceh membeli sebidang tanah di dekat Masjidil Haram, tepatnya di kawasan antara Bukit Marwah dan Masjidil Haram.
Tanah itu kemudian diwakafkan khusus untuk jamaah haji asal Aceh dan masyarakat Aceh yang tinggal di Makkah. Wakaf ini dikenal sebagai Baitul Asyi atau “Rumoh Aceh” di Makkah. Tanah itu sempat direlokasi akibat pelebaran Masjidil Haram.
Kini di era modern, di atas tanah wakaf itu sudah berdiri sejumlah hotel berbintang, tempat para jamaah haji dan umroh menginap. Beberapa hotelnya adalah Hotel Elaf Masyair dan Hotel Ramada.
Hasil pengelolaan aset tersebut kemudian dibagikan setiap musim haji kepada jamaah asal Aceh. (*)