Cara Unik Jemaah Indonesia Tandai Kelompoknya, Pakai Bros Mawar hingga Blangkon - Kompas
Cara Unik Jemaah Indonesia Tandai Kelompoknya, Pakai Bros Mawar hingga Blangkon
MADINAH, KOMPAS.com - Sejumlah jemaah haji memakai barang-barang unik yang melekat selama berada di Tanah Suci. Hal itu mereka lakukan untuk mempermudah menandai kelompoknya.
Jemaah asal Lamongan, Jawa Timur yang tergabung dalam kloter 34 Surabaya (SUB) adalah salah satu contohnya. Mereka mengenakan bros bunga mawar merah berukuran cukup besar di bagian jilbab atau topi. Bros tersebut telah terpasang sejak mereka berada di Embarkasi Surabaya.
Salah satu jemaah, Siti Fatimah mengungkapkan, bunga mawar mereka gunakan sebagai penanda.
"Supaya dari jauh pun bisa tahu bahwa ini teman (kelompok) saya," katanya, Minggu (9/5/2026).
Bos KoinWorks Ditahan, 94 Korban Tergiur Skema Keuntungan Seperti Apa?
Baca juga: WNI di Makkah Kembali Ditangkap karena Jual Jasa Haji Ilegal di Medsos
Menurutnya, jumlah jemaah haji yang sangat banyak dari berbagai negara bisa jadi membuat mereka kesulitan menandai kelompok atau rekan kloter. "Jadi kami pun akhirnya memakai bunga mawar ini," katanya.
Namun tanda bunga mawar ini hanya dikenakan oleh jemaah wanita di kloternya. Sedangkan jemaah laki-laki mengenakan kain slayer.
Berbeda dengan jemaah asal Lamongan, jemaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta mengenakan blangkon sebagai penanda kelompok. Penutup kepala ini dikenakan oleh kelompok terbang (kloter) 10 Yogyakarta (YIA).
Salah satu ketua rombongan Syaban Nuroni mengatakan, mereka menggunakan blangkon sebagai penanda kelompok. Tak hanya itu blangkon juga dipakai untuk melestarikan tradisi daerah asal.
"Kami sekaligus memperkenalkan busana jawa, blangkon ke seluruh dunia," katanya.
Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Calon Jemaah Haji Bangkalan Terkait Batasan Maksimal Bawa Rokok ke Tanah Suci
Menurut jemaah asal Gunungkidul, DIY itu, blangkon telah digunakan oleh kelompok daerah mereka sejak 2015. "Sampai sekarang masih kita pertahankan," imbuh dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pemandangan Selat Hormuz Tetap Terkunci, Sesumbar Trump Tak Bikin Iran Goyah