0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Spesial Surabaya

    Cerita Fardhan, Jemaah Haji Termuda dan Hafidz 8 Juz Asal Embarkasi Surabaya - Kompas

    5 min read

     

    Cerita Fardhan, Jemaah Haji Termuda dan Hafidz 8 Juz Asal Embarkasi Surabaya


    SURABAYA, KOMPAS.com - Meski usianya masih 13 tahun, Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, berkesempatan mendapat panggilan haji karena menggantikan ayahnya yang telah berpulang, pada tahun ini.

    Fardhan menemani ibunya, Siska Aprilia (41) sebagai jemaah haji Embarkasi Surabaya Kloter 71 asal Bali.

    Keduanya kini telah berangkat ke Mekkah, Arab Saudi untuk melangsungkan ibadah haji.

    Fardhan menggantikan sang Ayah

    Siska bilang, sebelumnya ia bersama almarhum suaminya mendaftar haji pada tahun 2013.

    Netanyahu Tuduh China Bantu Iran Bikin Rudal, Beijing: Tak Berdasar!

    Tahun demi tahun berjalan, suaminya terdiagnosa sakit kanker dan berpulang pada 27 Mei 2023.

    Baca juga: 2 Calon Jamaah Haji Pamekasan Gagal Berangkat ke Makkah karena Sakit

    “Sempat kemoterapi dan perawatan sekitar tiga tahun tapi qadarullah tanggal 27 Mei 2023 lalu berpulang,” kata Siska saat ditanya Kompas.com pada Sabtu (9/5/2026).

    Kemudian, November 2025 Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Denpasar Bali menghubunginya untuk menginformasikan bahwa ia dan suami terdaftar sebagai calon jemaah haji yang berangkat tahun 2026.

    “Porsinya ternyata bisa dialihkan ke ahli waris. Peraturannya minimal 13 tahun. Jadi sudah bisa mewajibkan pelimpahan porsi lalu kami mengurus ke Bali,” ungkapnya.

    Ia pun segera memberitahukan kepada putra sulungnya, Fardhan yang masih menduduki bangku sekolah 1 Madrasah Tsanawiyah.

    Perasaannya campur aduk, bahagia dan teringat kenangan bersama almarhum suami.

    Baca juga: Jemaah Haji RI Sering Tersesat di Nabawi, Ini Lokasi 5 Pos Bantuan di Madinah

    “Saya bilang, 'Kak ini Mama berangkat tahun ini. Terus Ayah bisa dialihkan ke kamu, gimana?' Terus dia terharu,” tuturnya.

    Sempat ada rintangan

    Proses perjalanan ke Tanah Suci bersama sang anak pun tak mulus begitu saja.

    Ia kini telah pindah ke Kota Malang, sehingga harus pergi ke Denpasar untuk mengurus dokumen peralihan porsi.

    “Proses pengalihan jemaah ini agak lama keluarganya. Kak, kalau memang rezekimu diundang Allah tahun ini pasti ada jalannya. Kalau enggak, insya Allah bisa,” ungkapnya.

    Begitupun saat mengajukan izin cuti ke sekolah. Pada waktu yang bersamaan dengan ibadah haji, Fardhan seharusnya dihadapkan dengan ujian akhir semester.

    Beruntungnya, pihak sekolah merestui dan melakukan percepatan ujian khusus kepada Fardhan.

    Baca juga: PPIH Embarkasi Solo Catat 4 Calon Jemaah Haji Meninggal, Akibat Sakit dan Kelelahan

    Pemahaman materi pembelajaran pun juga harus dikebut sehingga ia belajar lebih ekstra dibanding teman-temannya yang lain.

    “Sekolah mengizinkan, cuma dua minggu sebelum berangkat akhirnya harus ngerapel ujian dulu. Waktu pulang haji 19 Juni sudah selesai penerimaan rapor,” tuturnya.

    Doa saat ibadah haji

    Saat pamit kepada teman-teman sekelas, Fardhan mengaku mendapat banyak titipan doa yang ditulis satu per satu di buku tulis yang kini sudah ia bawa.

    “Katanya mereka nulis di buku titip doa. Satu buku dikelilingin di kelas gitu. Doa supaya ujiannya lancar gitu ya,” ujarnya.

    Fardhan dikenal sebagai anak yang cukup pendiam. Ia tak banyak mengobrol dengan orang-orang di sekitarnya, tapi ketekunannya dalam mencari ilmu pengetahuan dan ilmu agama dilakoni dengan serius.

    Baca juga: Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Nonprosedural dan Imbau Jemaah Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji 1447 H

    Berprestasi di bidang akademik juga tak membuatnya mengesampingkan hafalan al-Qur’an.

    Di usianya yang ke 13 tahun ini, ia sudah menghafal delapan juz. Lantunan ayat sucinya pun begitu lancar.

    “Sekarang hafal delapan juz. Kami berdoa supaya ibadah haji di sana lancar dan cita-cita kakak untuk menjadi penghafal al-Qur’an bisa terwujud,” pungkasnya

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Honda GB350 | Ulas Motor Neo Retro 350cc Honda | REVIEW

    Komentar
    Additional JS