0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kisah Inspirasi Kisah Inspiratif Spesial

    Cerita Perjuangan Imam Masjid Tunanetra di Sinjai, Menabung 20 Tahun Demi Bisa Naik Haji - Liputan6

    26 min read

     

    Cerita Perjuangan Imam Masjid Tunanetra di Sinjai, Menabung 20 Tahun Demi Bisa Naik Haji

    Saifuddin yang tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji usai menabung 20 tahun.

    Fauzan

    Diterbitkan: 


    Saifuddin tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar saat akan berangkat ke Tanah Suci. (Liputan6.com/ Fauzan)
    Paling sering ditanyakan Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Sinjai - Keterbatasan penglihatan tak menghalangi niat Saifuddin HM Abd Muin Saideng untuk menunaikan ibadah haji. Jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, itu akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah menabung selama lebih dari 20 tahun.

    Saifuddin tergabung dalam Kloter 17 Embarkasi Makassar. Di tengah kondisi keterbatasan fisik yang dialaminya sejak remaja, ia tetap menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menjadi imam masjid di kampung halamannya.

    "Saya imam masjid di kampung. Saya bisa hafal (jalan ke masjid) saat masih bisa melihat dulu," kata Saifuddin di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (2/5/2026).

    Perjalanan menuju ibadah haji bukan hal mudah bagi Saifuddin. Ia harus menyisihkan penghasilannya sedikit demi sedikit dari hasil berjualan bahan campuran serta honor sebagai imam masjid.

    "20 tahun lebih menabung. Jualan bahan campuran. Honor dari imam masjid Rp200 ribu," ujarnya.

    Saifuddin mengaku sudah mendaftar haji sejak 2014 dan bersyukur akhirnya mendapat kesempatan berangkat tahun ini.

    "Tahun 2014 sudah mendaftar. ," katanya.

    Meski tak lagi bisa melihat, Saifuddin tetap berusaha mandiri. Dalam perjalanan hajinya kali ini, ia didampingi anggota keluarga untuk membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

    " ada keluarga, tapi saya masih kuat jalan," akunya.

    Saifuddin sendiri mulai kehilangan penglihatan sejak duduk di bangku SMP. Awalnya, matanya terasa sakit hingga bengkak sebelum penglihatannya perlahan hilang.

    "Doanya berharap mata sembuh. Sudah pernah berobat. Tahun 85, tidak langsung kabur penglihatan. Waktu itu berobat ke dokter mata di Makassar," jelasnya.

    "Awalnya mata terasa sakit seperti tertusuk jarum. Bengkak,"tambahnya.

     

    Dapat Perhatian Khusus

    Cerita Perjuangan Imam Masjid Tunanetra Berangkat Haji, Menabung 20 Tahun demi ke Tanah Suci
    Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, Kamriati Anis, mengatakan Saifuddin menjadi salah satu jamaah difabel yang mendapat pendampingan khusus. (Liputan6.com/ Fauzan)

    Terpisah, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, Kamriati Anis, mengatakan Saifuddin menjadi salah satu jamaah difabel yang mendapat pendampingan khusus.

    "Jadi kebetulan di tempat kami Kabupaten Sinjai ada yang tunanetra," katanya.

    Menurut Kamriati, pendampingan lebih difokuskan pada bantuan dari keluarga tanpa alat bantu khusus.

    "Kalau obat tidak, dia cuma pendampingan orang. Karena dia juga tidak pakai alat, gak di kursi roda," ujarnya.

    Ia juga telah meminta petugas dan ketua kloter untuk memberi perhatian khusus kepada Saifuddin selama menjalankan ibadah haji.

    "Tadi saya tiba langsung titip ke ketua kloter, tabe ini yang harus kita utamakan membantu dia," jelasnya.

    Lanjut Baca:Cerita Reri Pemilik Liyerliyer.id Rasakan Lengkapnya Dukungan BRI untuk UMKM, dari KUR hingga QRIS

    Rekomendasi

    Berita Terbaru

    Selengkapnya
    Komentar
    Additional JS