0
News
    Update Haji
    Home Berita DPR Featured Haji Lintas Peristiwa Spesial

    DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet - Kompas

    5 min read

     

    DPR Minta Pengawasan Wisata Jemaah Haji Diperketat usai Kecelakaan Bus Jabal Magnet


    KOMPAS.com - Kecelakaan bus yang menimpa rombongan jemaah haji Indonesia saat perjalanan wisata ke Jabal Magnet di Arab Saudi menjadi sorotan DPR RI.

    Insiden ini dinilai sebagai peringatan penting agar seluruh kegiatan tambahan di luar rangkaian resmi haji mendapat pengawasan lebih ketat.

    Keselamatan jemaah disebut harus tetap menjadi prioritas utama selama berada di Tanah Suci.

    Baca juga: Jabal Magnet Madinah, Fenomena Misterius yang Bikin Penasaran Jemaah Haji dan Umrah

    DPR juga meminta seluruh penyelenggara memastikan keamanan transportasi dan pendampingan jemaah dalam setiap agenda nonresmi.

    Suhu Panas di Indonesia Diprediksi Capai Puncak Mei 2026, Begini Kata BMKG!

    Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengatakan kecelakaan bus jemaah haji saat perjalanan wisata Jabal Magnet harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan dalam agenda tambahan.

    "Keselamatan jamaah harus tetap menjadi prioritas dalam setiap aktivitas, baik yang difasilitasi pemerintah maupun kegiatan tambahan," kata Dini di Jakarta, Rabu (29/4/2026), seperti dilansir dari Antara.

    Baca juga: Kronologi Bus Jemaah Haji Asal Probolinggo Kecelakaan di Madinah, Ada Kendaraan Nyelonong

    Pemerintah Sudah Fasilitasi Ziarah Resmi

    Dini mengatakan pemerintah pada dasarnya telah memfasilitasi kegiatan ziarah sebagai bagian dari layanan jemaah haji.

    Beberapa lokasi ziarah yang masuk layanan resmi antara lain Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan kawasan Jabal Uhud.

    Di luar agenda tersebut, menurut dia, kegiatan tambahan tetap menjadi kebutuhan sebagian jemaah. Namun pelaksanaannya harus dikelola secara penuh tanggung jawab oleh pihak penyelenggara.

    KBIH Diminta Pastikan Keamanan dan Kelayakan Bus

    Dalam hal ini, Dini menegaskan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) perlu memastikan seluruh aspek keselamatan sebelum memberangkatkan jemaah.

    Ia menyebut KBIH harus bertanggung jawab terhadap keamanan, keselamatan, kelayakan transportasi, serta pendampingan jemaah selama perjalanan.

    Atas peristiwa itu, Dini menyampaikan keprihatinan dan menaruh perhatian serius agar tidak ada lagi kecelakaan yang menimpa rombongan jemaah dalam kegiatan di luar rangkaian resmi penyelenggaraan haji 2026.

    "Ini sebagai pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan kehati-hatian dan pengawasan, agar setiap kegiatan yang diikuti jamaah tetap aman dan tidak menimbulkan risiko," kata dia.

    Kecelakaan Libatkan Dua Bus Jemaah Haji

    Sebelumnya, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1.

    Insiden terjadi saat rombongan dalam perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet.

    10 Jemaah Luka, Tidak Ada Korban Jiwa, 

    Berdasarkan keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

    Namun, terdapat 10 orang korban luka. Sebanyak tujuh orang dari JHI Kloter JKS-1 mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan dari tim kesehatan.

    Saat ini, tujuh jemaah tersebut telah kembali ke Hotel Andalus Golden.

    Sementara tiga korban lainnya berasal dari Kloter SUB-2.

    Setelah mendapatkan penanganan medis, dua orang korban diperbolehkan kembali.

    Sedangkan satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Hegseth: Musuh AS di Perang Iran adalah Bangsanya Sendiri

    Komentar
    Additional JS