0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Gus Miftah PBNU Spesial

    Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU - susra

    3 min read

     

    Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU

    Miftah Maulana alias Gus Miftah masuk radar pemimpin masa depan PBNU (Instagram/@pengajiangusmiftah)

    Baca 10 detik

    • Gus Miftah, Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli mengikuti PMKNU sebagai sinyal regenerasi calon pemimpin masa depan PBNU.
    • Ketiga tokoh tersebut mewakili sinergi antara tradisi pesantren, pemikiran progresif, dan dakwah milenial di tubuh Nahdlatul Ulama.
    • Kegiatan ini bertujuan mencetak kader yang kuat secara ideologi Aswaja serta piawai dalam manajemen organisasi dan pergerakan masyarakat.

    Suara.com - Gus Miftah masuk radar pemimpin masa depan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sinyal ini terlihat saat ia mengikuti kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Jawa Barat, pada 13-17 Mei 2026.

    Bukan cuma Gus Miftah, hadir pula tokoh muda NU lainnya seperti KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli.

    Dalam video yang dibagikan di Instagram ketiganya, mereka duduk berdampingan dalam satu meja. Kekompakan mereka dianggap sinyal kuat regenerasi nakhoda PBNU di masa depan.

    Ketiganya tampil kompak mengenakan kemeja putih formal dipadu dengan peci hitam khas aktivis Nahdliyin. Suasana hangat namun tetap serius menyelimuti interaksi mereka, terutama saat berada di bawah bimbingan instruktur senior PBNU, KH Masyhuri Malik.

    Kehadiran tiga tokoh ini dianggap mewakili berbagai kekuatan di tubuh NU.

    Gus Yusuf dikenal dekat dengan tradisi pesantren dan budaya Nusantara. KH Imam Jazuli membawa pandangan pendidikan modern, pemikiran progresif, dan strategi intelektual. Sementara Gus Miftah dikenal sebagai dai milenial yang mampu menjangkau berbagai kalangan, mulai dari masyarakat kecil hingga kaum urban.

    Gus Miftah, dalam keterangan persnya, Kamis, 14 Mei 2026, menjelaskan secara mendalam mengenai urgensi kegiatan ini.

    "Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak masyarakat," ujar Gus Miftah.

    PMKNU, lanjut Gus Miftah, sering kali menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, hingga calon pemimpin nasional.

    Baca Juga: Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

    Gus Miftah, Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli mengikuti PMKNU.
    Gus Miftah, Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli mengikuti PMKNU.

    "Dalam banyak forum, PMKNU sering menjadi tempat lahirnya aktivis NU, politisi, dai, penggerak sosial, hingga calon pemimpin daerah atau nasional dari kultur pesantren dan NU," ujar Gus Miftah.

    Kehadiran Gus Yusuf, Gus Miftah, dan KH Imam Jazuli di Cirebon dianggap memberi pesan bahwa PBNU tengah menyiapkan generasi pemimpin baru yang bukan hanya kuat secara spiritual, tetapi juga piawai dalam organisasi.

    Komentar
    Additional JS