0
News
    Home Armuzna Berita Featured Haji Spesial

    Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan - Kompas

    6 min read

     

    Jelang Armuzna, Jemaah Haji Diingatkan Tak Habiskan Tenaga untuk Jalan-jalan

    KOMPAS.com - Ketua Musyrif Diny KH Cholil Nafis mengimbau jemaah haji Indonesia tidak terjebak euforia “haji mumpung” selama masa tunggu menjelang puncak haji.

    Imbauan itu disampaikan untuk menjaga stamina jemaah sebelum memasuki fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

    Jemaah diminta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak, termasuk ziarah dan jalan-jalan yang dapat menguras tenaga.

    Menurut Cholil, ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik sehingga persiapan energi harus menjadi perhatian utama jemaah sejak berada di Makkah.

    Intip Fasilitas Tenda Jemaah, Jelang Puncak Haji

    Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna

    Jemaah diminta tahan diri

    Cholil mengatakan, masa tunggu menjelang Armuzna sebaiknya dimanfaatkan jemaah untuk mengendalikan aktivitas.

    Ia mengingatkan agar tenaga tidak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan persiapan ibadah puncak haji.

    "Pertama, kita jangan 'haji mumpung' ketika dalam masa menunggu ini. Jangan sampai tenaga sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang apalagi hanya main-main atau jalan-jalan. Itu dikendali dulu. Tolong fokus kepada penyiapan stamina karena nanti haji membutuhkan fisik yang kuat," ujar KH Cholil Nafis di Makkah, dilansir dari laman MUI, Minggu (24/5/2026).

    Menurut Cholil, jemaah perlu mulai menata ritme aktivitas agar kondisi tubuh tetap terjaga saat menjalani rangkaian ibadah di Armuzna.

    Baca juga: DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Jelang Puncak Haji Armuzna

    Perbanyak ibadah di hotel

    Sebagai pengganti aktivitas ziarah yang menguras energi, Cholil menyarankan jemaah memperbanyak amalan ibadah di hotel atau ruang tempat menginap.

    Wakil Ketua Umum MUI itu mengimbau jemaah lebih fokus berzikir dan beriktikaf sesuai kemampuan fisik masing-masing.

    "Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, jamaah tidak perlu memaksakan diri setiap waktu shalat harus ke Masjidil Haram. Allah SWT Maha Mengetahui niat baik setiap hamba-Nya," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat.

    Cholil juga meminta jemaah memenuhi kebutuhan makanan bergizi dan memastikan waktu istirahat yang cukup.

    Menurut dia, persiapan fisik menjadi bagian penting agar jemaah dapat menjalani puncak haji dengan lebih tenang dan kuat.

    Jangan gunakan kamera untuk flexing

    Selain stamina, Cholil juga menyoroti penggunaan ponsel berkamera oleh jemaah selama berada di Tanah Suci.

    Ketua Badan Pengurus DSN MUI itu mengingatkan jemaah agar berhati-hati dan tidak sembarangan merekam, terutama jika berpotensi melanggar privasi orang lain.

    CEO Amanah Zakat tersebut juga mengingatkan agar jemaah tidak membuat konten iklan di depan Masjidil Haram.

    Secara khusus, Cholil meminta kamera ponsel tidak digunakan untuk kepentingan pamer atau flexing.

    "Jangan sampai kita ini me-shooting untuk kepentingan flexing atau untuk pamer. Karena itu akan menghilangkan pahala-pahala ibadahnya atau dapat menjauhkan dari kemabruran hajinya karena akan menimbulkan rasa riya," tegasnya.

    Baca juga: Unik, Makanan di Armuzna Juga Bisa Jadi Oleh-oleh Jamaah Haji Indonesia

    Tiga tipe jemaah haji

    Cholil kemudian memetakan tiga tipe jemaah haji yang perlu menjadi bahan renungan.

    Pertama, tipe jemaah yang pamer, yakni orang yang berhaji untuk gaya-gayaan dan mencari pengakuan sosial.

    Ia menegaskan, tipe tersebut tidak akan mendapat apresiasi dari Allah SWT.

    Kedua, tipe rekreasi, yakni orang yang memandang haji hanya sebagai jalan-jalan atau wisata untuk bersenang-senang.

    "Tipe ini tidak akan mendapatkan keutamaan haji yang maksimal," kata ulama kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur.

    Ketiga, tipe jemaah yang datang semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tunduk, dan taat sepenuhnya meski harus mengeluarkan biaya besar serta menguras fisik.

    Cholil berharap tipe ketiga tersebut ada pada seluruh jemaah haji Indonesia.

    Berharap haji membawa perubahan

    Cholil mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberi kelancaran selama menjalani rangkaian ibadah haji dan mendapat ampunan dari Allah SWT.

    Ia juga berharap jemaah haji tahun ini dapat meneladani jejak para ulama terdahulu yang menjadikan haji sebagai momentum perubahan.

    "Seperti pada para ulama terdahulu, berangkat haji itu pulangnya bisa bikin perubahan terhadap diri sendiri, bahkan bisa membangun peradaban. Dan itu dilakukan oleh para jamaah haji Indonesia pada saat itu sebelum kemerdekaan, sehingga bisa melahirkan kemerdekaan dari para ulama atau jamaah yang berangkat haji pada saat itu," kata dia.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS