Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risiko nya - Kompas
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper Saat Pulang, Ini Risikonya
JEDDAH, KOMPAS.com- Jemaah haji Indonesia dilarang membawa air zamzam dalam koper selama fase pemulangan yang dimulai pada 1 Juni 2026. Regulasi tersebut telah ditetapkan oleh General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir menegaskan, petugas X-Ray Bandara King Abdul Aziz Jeddah akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan jemaah haji Indonesia tidak membawa air zamzam.
Petugas X-Ray akan membongkar koper dan meminta jemaah meninggalkan air zamzam jika nekat membawanya.
"Jemaah sudah diberikan haknya untuk menerima air zamzam satu galon di tanah air dengan volume lima liter. Saat ini sebagian besar sudah terdistribusikan ke asrama haji (debarkasi), tinggal jemaah mengambilnya ketika pulang," kata Abdul Basir di Jeddah, Minggu (31/5/2026).
Menag Sebut Angka Kerukunan Beragama di Indonesia Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir
Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina, Kemenhaj Siapkan Haji 2027
Basir juga memaparkan regulasi barang bawaan. Jemaah haji hanya diizinkan membawa tiga jenis bawaan berupa tas dan koper.
"Yaitu koper besar dengan bobor maksmal 32 kilogram, koper kecil yang dibawa masuk kabin dengan bobot maksimal 7 kilogram, dan tas paspor. Selain itu, jemaah tidak diperkenankan membawa barang bawaan lainnya," katanya.
Untuk keselamatan penerbangan, jemaah diminta tidak membawa barang yang membahayakan, yakni barang mudah terbakar seperti korek api serta senjata tajam.
Jemaah juga tidak diperbolehkan membawa gas, aerosol, dan cairan melebihi 100 ml, serta uang melebihi Rp 100.000.000 atau SAR 25.000.
Baca juga: Cerita Anis Saat Badalkan Haji Firdaus, Jemaah yang Hilang dan Wafat di Makkah
Mengenai aturan masuk bandara, kata dia, jemaah diizinkan masuk ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah enam jam sebelum keberangkatan.
"Sedangkan untuk masuk gate-nya, empat jam sebelum keberangkatan mengingat ada pemeriksaan XRay yang membutuhkan waktu," ungkap Abdul Basir.
Masa operasional haji 2026/ 1447 H telah memasuki fase pemulangan ke Tanah Air setelah rampungnya puncak haji. Jemaah haji akan mulai dipulangkan melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi pada 1 Juni 2026.
Enam kloter awal yang akan dipulangkan melalui Bandara Jeddah pada 1 Juni 2026 yakni kloter 1 embarkasi BTH, kloter 1 embarkasi SUB, dan kloter 1 embarkasi UPG. Kemudian kloter 2 embarkasi SUB, kloter 1 embarkasi LOP, serta kloter 3 embarkasi SUB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pesan Perayaan Waisak 2026, Hadirkan Cinta Kasih dan Jaga Kerukunan Beragama