0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kemenhaj Spesial

    Kemenhaj Dorong Jemaah Haji Tak Ragu Melapor Apabila Mengalami Kendala Layanan - Kontan

    12 min read

     

    Kemenhaj Dorong Jemaah Haji Tak Ragu Melapor Apabila Mengalami Kendala Layanan

    Selasa, 12 Mei 2026 |  17:22 WIB

    Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

    KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pelayanan dan perlindungan jemaah melalui sistem pelaporan dan pengawasan berbasis digital.

    Salah satunya lewat aplikasi Kawal Haji yang memudahkan jemaah maupun petugas menyampaikan laporan, informasi, hingga kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff menyampaikan, dengan adanya aplikasi tersebut mendorong jemaah agar tidak ragu  untuk melapor apabila mengalami kendala layanan baik terkait dengan akomodasi, konsumsi, kemudian transportasi, kesehatan maupun juga kebutuhan pendampingan lainnya.

    Baca Juga: DPR Minta Belanja APBN 2027 Fokus ke Kesehatan Hingga Infrastruktur

    “Sampaikan saja laporan tersebut melalui kanal resmi yang telah disediakan, yaitu melalui aplikasi Kawal Haji atau juga bisa menyampaikan laporan secara langsung melalui petugas kloter, kemudian ketua regu, ketua rombongan, petugas sektor maupun juga petugas layanan terdekat Anda,” tutur Maria dalam konferensi pers, Rabu (12/5/2026).

    Adapun ia membeberkan, setiap laporan yang masuk dapat langsung dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat oleh petugas sesuai kewenangannya. Selain itu, penguatan juga dilakukan melalui Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan ibadah haji.

    TERPOPULER

    Purbaya Beri Tenggat 6 Bulan untuk Dana WNI di Luar Negeri Masuk ke Indonesia


    Simak Prospek Bumi Resources (BUMI) Usai Labanya Meningkat


    Hari Ini Pengumuman Rebalancing MSCI, OJK Sebut Dua Saham Berpotensi Ditendang

    Ia menjelaskan, command center ini memantau berbagai aspek layanan secara real time, mulai dari pergerakan jemaah, data kloter, sektor, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga informasi lapangan yang membutuhkan respons cepat.

    Maria menegaskan, transformasi digital ini bukan sekadar penggunaan aplikasi, tetapi bagian dari perubahan sistem kerja agar pelayanan semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan jemaah.

    "Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terinteragasi dan real time," ungkapnya.

    Ia juga berharap, dengan adanya teknologi ini, setiap laporan jemaah didengar, setiap dinamika di lapangan terpantau dan setiap putugas memiliki dukungan informasi yang memadai dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah.

    Baca Juga: Penjualan Eceran Maret 2026 Tumbuh, Ditopang Konsumsi Ramadan dan Lebaran

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

    Terbaru

    • Tengok Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu (13/5/2026) di Raja Emas dan I Love Emas

    • Permintaan Emas Global Tembus 1.231 Ton di Kuartal I-2026

    • OJK: Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek di Pasar Saham Indonesia

    • Pentingnya Perlindungan Konsumen di Era Keuangan Digital

    • Bank Perlu Perkuat Keamanan Siber Seiring Perkembangan Layanan Digital

    • OSL Indonesia Resmi Meninggalkan CFX dan Bergabung ke ICEx Group

    • IHSG Anjlok 1,8% ke 6.734,5 di Sesi Pertama, AMNN, CUAN, BRPT Jadi Top Losers LQ45

    • MSCI Picu Gejolak, IHSG Berpeluang Bangkit

    • Bank Sampah Bikin Cuan untuk Warga

    • Pertamina Siap Jelajahi Kampus Lewat Goes to Campus 2026 di Seluruh Indonesia

    insight kontan

    • Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

    • Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

    Komentar
    Additional JS