0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kemenhaj Spesial

    Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Indonesia Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji - BeritaNasional

    3 min read

     

    Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Indonesia Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

    Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

    BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai menghemat tenaga dan memfokuskan diri dalam mempersiapkan fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

    Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan fase puncak haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual dari para jemaah. Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari, mengingat suhu di Makkah dan Madinah mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.

    BACA JUGA

    “Jemaah perlu mengutamakan kesehatan. Hemat tenaga, cukup istirahat, makan tepat waktu, minum air putih yang cukup, dan selalu ikuti arahan petugas,” ujar Maria di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

    Maria menjelaskan, hingga hari ke-21 operasional haji, sebanyak 341 kloter dengan total 132.057 jemaah dan 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

    Sementara itu, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah dari Madinah. Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah, tercatat 67 kloter dengan 25.541 jemaah dan 269 petugas telah tiba di Arab Saudi. Adapun jumlah jemaah haji khusus yang telah tiba mencapai 5.766 orang.

    Kemenhaj juga mengingatkan jemaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi agar segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, atau kondisi tubuh menurun.

    “Jangan menunggu kondisi memburuk. Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji,” tegas Maria.

    Selain itu, Maria menekankan pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam mendampingi jemaah. Menurutnya, KBIHU diharapkan tidak hanya memberikan bimbingan manasik, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan, keselamatan, ketertiban, dan kedisiplinan jemaah.

    Sebagai langkah mitigasi menjelang fase puncak haji, Kemenhaj juga telah menerbitkan edaran terkait pengaturan pergerakan jemaah. Jemaah diminta mematuhi arahan petugas dalam berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan hotel menuju Masjidil Haram, perpindahan dari Madinah ke Makkah, hingga persiapan menuju Armuzna.

    Khusus bagi jemaah gelombang kedua yang tiba melalui Jeddah, Maria mengimbau agar jemaah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

    Terkait layanan kesehatan, hingga saat ini tercatat 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Kemenhaj juga mencatat satu jemaah wafat pada Ahad (10/5/2026), yakni Kasiani Sigito Tarmidi dari kelompok terbang KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan demikian, total jemaah wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 24 orang.

    “Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Maria.

    Maria turut mengapresiasi seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan pelayanan kepada jemaah selama operasional haji berlangsung.

    “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan kesehatan kepada seluruh jemaah haji Indonesia, serta menjadikan hajinya mabrur,” tutup Maria.sinpo

    Komentar
    Additional JS