0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Kemenhaj Spesial

    Kemenhaj Perkuat Pelindungan Jemaah dari Haji Non Prosedural - BERITABUANA

    2 min read

     

    Kemenhaj Perkuat Pelindungan Jemaah dari Haji Non Prosedural

    Jubir Kemenhaj RI, Ichsan Marsha. FOTO: Humas Kemenhaj

    BERITABUANA.CO, MAKKAH- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelindungan jemaah haji Indonesia melalui pengawasan terhadap praktik haji nonprocedural.

    Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, menegaskan bahwa perlindungan jemaah dimulai dari kepatuhan terhadap aturan resmi, termasuk penggunaan visa haji.

    “Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji,” kata Ichsan di Makkah, Minggu (10/5/2026)

    “Selain melanggar aturan, praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem perlindungan resmi,” sambungnya.

    Menurut Ichsan, Kemenhaj bersama kementerian dan lembaga terkait telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural yang melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.

    “Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujarnya.

    Kesehatan Fisik

    Selain penguatan perlindungan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar memprioritaskan kesehatan fisik menjelang puncak haji.

    Dengan suhu di Makkah dan Madinah yang saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, jemaah diminta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di siang hari, memperbanyak minum air putih, menjaga pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin.

    “Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” tegas Ichsan.

    Ia juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan komorbid agar selalu didampingi dan aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan.

    “Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” lanjutnya.

    Hingga saat ini, lanjut Ichsan, sebanyak 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. (Fadloli/MCH 2026)

    Komentar
    Additional JS