Keutamaan Ibadah Haji, Setara Jihad dan Menghapus Dosa - Republika
Keutamaan Ibadah Haji, Setara Jihad dan Menghapus Dosa
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci.
Rep: Fuji Eka Permana
Republika/Fernan Rahadi Jamaah haji Indonesia berdoa di dalam tenda saat puncak haji, wukuf di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci, tetapi juga mengandung keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT. Bahkan dalam sejumlah hadits, pahala haji mabrur disebut memiliki nilai yang sebanding dengan jihad fi sabilillah, sebuah amalan yang dikenal berat dan penuh pengorbanan. Keutamaan ini menjadi kabar gembira bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan, lanjut usia, dan mereka yang tidak memiliki kesempatan berjihad di medan perang.
Dijelaskan KH Ahmad Sarwat dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima terbitan Rumah Fiqih, Jihad fi sabilillah adalah salah satu ibadah yang sangat istimewa dan berpahala besar. Memang wajar apabila seorang berjihad mendapatkan karunia dan balasan yang amat besar, mengingat berjihad itu sangat berat.
Sponsored
Selain harus meninggalkan kampung halaman, jauh dari anak dan istri, untuk berjihad juga dibutuhkan kekuatan, kemampuan, keterampilan serta yang lebih penting adalah jihad membutuhkan harta yang cukup banyak.
Sehingga banyak sahabat Rasulullah SAW yang menangis bercucuran air mata saat dinyatakan tidak layak untuk ikut dalam jihad. Di antara mereka yang teramat kecewa karena tidak bisa ikut berjihad lantaran memang tidak punya syarat yang cukup adalah para wanita shahabiyah.
Halaman 2 / 2
Maka Allah SWT memberikan salah satu keringanan berupa ibadah haji, yang nilainya setara dengan berjihad di sisi Allah. Hal itu bisa pastikan dari apa yang diriwayatkan oleh Aisyah ummul-mukminin Radhiyallahu anha.
Dari Aisyah Radhiyallahu anhu berkata, “Wahai Rasulullah, kami melihat jihad merupakan amalan yang paling utama, apakah kami (kaum wanita) tiada boleh berjihad?"
Rasulullah SAW menjawab, "Tidak, melainkan jihad yang paling utama dan terbaik adalah haji, yaitu haji yang mabrur." (HR Imam Bukhari)
Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda, "Jihadnya orang yang sudah tua, anak kecil dan wanita adalah haji dan umrah.” (HR Imam An-Nasa’i)
Selain itu, ada nash yang menyebutkan berbagai keutamaan ibadah haji, di antaranya menjauhkan kefakiran dan menghapus dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, salah satu hikmah yang bisa diraih oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji adalah melenyapkan kefakiran.
Rasulullah SAW bersabda, "Kerjakanlah haji dengan umrah berturut-turut, karena mengerjakan keduanya seperti itu akan melenyapkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api tukang pandai besi menghilangkan karat besi." (HR Imam Ibnu Majah)
Berita Terkait
Jamaah Haji Wajib Tahu, Ini Larangan Ihram yang Kerap Terlupakan
Ihram - 3 jam yang lalu
KDM Sholat Idul Adha 2026 di Mekarharja Banjar
News Rejabar - 7 jam yang lalu
Haji, Perdamaian, dan Plastik
Kalam - 11 jam yang lalu
Makkah Punya Rumah Potong Hewan Modern, Daur Ulang 100 Persen Limbah Selama Musim Haji
Lingkungan - 13 jam yang lalu
Makna Spiritual Wukuf di Arafah
Ihram - 13 jam yang lalu