0
News
    Home Featured Khotbah Jum'at Khutbah Jum'at Spesial

    Khutbah Jumat: Memetik Ranumnya Buah Ketakwaan - Lirboyo

    7 min read

     

    Khutbah Jumat: Memetik Ranumnya Buah Ketakwaan

    اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى عُنْوَانَ السَّعَادَةِ فِي الْأُوْلَى، وَعَلَامَةَ الْفَلَاحِ فِي الْأُخْرَى. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ.

     اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: “يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ”

    Baca juga: Khutbah Jum’at: Lisanmu, Keselamatanmu

    Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,

    Mengawali khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jemaah sekalian untuk senantiasa memperbanyak bekal ketakwaan. Sungguh, kepatuhan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya merupakan sebuah gerbang menuju kebahagiaan yang hakiki.

    Ketahuilah, Allah tidak memerintahkan takwa melainkan Allah telah menyiapkan hiasan kemuliaan bagi para pelakunya. Takwa bukan sekadar konsep yang mengawang-awang, ia adalah pohon yang akar keimanannya menancap kuat di dalam dada, sedangkan buahnya yang manis dapat kita petik secara nyata, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Menjaga Adab Di Tengah Krisis Moral

    Hadirin Rahimakumullah,

    Mari kita tadaburi bersama, apa sajakah buah manis ketakwaan yang Allah janjikan bagi kita saat masih menjalani kehidupan di atas bumi ini? Para ulama menggarisbawahi beberapa karunia terbesar yang langsung tunai ahli takwa rasakan:

    Penyelesaian Masalah dan Kemudahan Rezeki:

    Ketika roda kehidupan menghimpit kita dengan berbagai kesulitan, takwa adalah kunci pembuka jalan keluar. Allah berfirman:

    وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

    “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Thalaq: 2-3).

    Bagi orang kita, rezeki mungkin hanya sebatas angka di atas kertas tabungan. Namun bagi ahli takwa, rezeki datang dalam bentuk ketenangan jiwa dan kelapangan dada saat menghadapi badai ujian, sesuatu yang tidak akan pernah dirasakan oleh pelaku maksiat.

    Terangnya Cahaya Makrifat dan Ilmu (Al-Furqan):

    Di tengah zaman yang penuh syubhat dan kekaburan moral ini, ketakwaan bertindak sebagai kompas spiritual. Allah menegaskan:

    وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ 

    Bertakwalah kepada Allah, maka Allah yang akan memberikan pengajaran kepadamu (QS. Al-Baqarah: 282).

    Takwa akan melahirkan furqan, sebuah pandangan batin (basirah) yang tajam untuk membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

    Meraih Cinta Allah

    Jika seorang hamba telah menata hatinya dengan ketakwaan, Allah akan mencintainya. Dan jika Allah sudah cinta, Dia akan memerintahkan Malaikat Jibril untuk mencintainya, lalu Jibril berseru kepada seluruh penduduk langit untuk mencintai hamba tersebut.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Seni Menata Niat dalam Bekerja

    Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

    Tidak hanya sampai di situ, ketakwaan adalah perisai terbaik keluarga. Ketika kita mengkhawatirkan masa depan anak-cucu kita di dunia yang semakin keras ini, Allah memberikan resepnya dalam Al-Qur’an:

    وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

    Allah menggaris bawahi “hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar” (QS. An-Nisa: 9).

    Maka jelaslah, jika kita ingin menjaga anak keturunan kita, jagalah hubungan kita dengan Allah. Di samping itu, takwa adalah filter utama agar setiap lelah, sedekah, dan ibadah kita diterima di sisi-Nya, karena:

    إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ 

    Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Maidah: 27).

    بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلى هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

    Baca juga: Khutbah Jumat: Mari Mendidik Anak dengan Baik

    KHUTBAH II

    اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِّمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّmْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَصَابِيْحِ الدُّرَرِ.

    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ بَعْدَ هَذِهِ الدَّارِ دَارًا تُجْزَى فِيْهَا النُّفُوْسُ بِمَا تَسْعَى.

    Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,

    Jika di dunia saja buah takwa sudah begitu ranum dan manis, maka di akhirat kelak, ia akan bertransformasi menjadi kemuliaan yang tak terbayangkan oleh akal pikiran.

    Di hari kiamat, saat seluruh manusia dikumpulkan dalam keadaan panik dan telanjang kaki, para ahli takwa akan dijemput dengan penuh kehormatan. Imam Ibn Katsir menjelaskan bahwa mereka akan berkendara di atas kendaraan yang terbuat dari cahaya menuju tempat keridaan Allah.

    Pada hari itu, semua ikatan persahabatan, geng, dan relasi bisnis di dunia akan terputus dan berubah menjadi permusuhan yang saling melaknat, kecuali satu ikatan yang abadi:

    الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ 

    “Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67).

    Akhirnya, tempat kembali terbaik bagi mereka adalah surga yang diwariskan khusus bagi hamba-hamba yang bertakwa. Mereka akan duduk bersanding di tempat yang, dekat dengan Zat Yang Maha Merajai lagi Maha Kuasa.

    Mari kita ketuk pintu rahmat Allah di hari Jumat yang berkah ini, memohon agar sisa umur kita dihiasi dengan jubah ketakwaan yang istikamah.

    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

    يا الله يا ربنا أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ تَجْعَلُ لَهُمْ مَخْرَجًا وَتَرْزُقُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُوْنَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

    Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

    Komentar
    Additional JS