0
News
    Update Haji
    Home Berita Featured Haji Spesial Tekno

    Melihat Ruang Kendali Transportasi Jemaah Haji 24 Jam Nonstop - Tirto

    4 min read

     

    Melihat Ruang Kendali Transportasi Jemaah Haji 24 Jam Nonsetop


    tirto.id - Ruangan berukuran 6x4 meter yang berada di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Wilayah Syishah itu terlihat sempit. Namun siapa sangka, dari ruangan kecil itu, kendali mobilitas jemaah haji Indonesia berdenyut 24 jam nonsetop. Semua pergerakan transportasi bus angkutan haji termonitor dari ruangan ini.

    Petugas layanan transportasi bekerja 24 jam dengan sistem sif. Mereka terbagi dalam sejumlah tim, baik yang bertugas di lapangan hingga yang standby di depan layar monitor berukuran jumbo.

    Tim Media Center Haji (MCH) 2026 berkesempatan melihat langsung bagaimana tim transportasi ini bekerja di balik layar. Di ruang berukuran 6x4 meter itu, lima layar monitor berukuran besar menjadi saksi pergerakan ratusan bus Angkutan Kota Angkutan Perhajian (AKAP).

    Layar tersebut menampilkan data real-time gelombang pertama jemaah haji yang bergerak dari Madinah menuju Makkah. Begitu juga dengan jemaah gelombang kedua yang bergerak dari Jeddah ke Makkah.

    Setiap titik di layar bukan sekadar data, melainkan mewakili nasib ribuan jemaah yang sedang bermigrasi.

    Pada Minggu (10/5/2026), suasana ruang kendali tampak sibuk. Arudi, salah seorang petugas layanan transportasi, tak sedetik pun melepas handy talky (HT) yang akrab mereka sebut 'Bravo'. Di sudut lain, petugas tekun memantau GPS bus yang membawa jemaah Kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29).

    Arudi sesekali melakukan koordinasi dengan petugas di bus dan petugas sektor tempat jemaah akan menginap. Komunikasi ini menjadi krusial untuk menjamin ketepatan waktu kedatangan serta memastikan hotel dan konsumsi telah siap menyambut jemaah.

    “Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap-siap,” kata Arudi.

    Intensitas pergerakan kloter kian meningkat dalam beberapa hari terakhir. Tercatat, sebanyak 20 kloter diberangkatkan dari Madinah menuju Mekah pada hari itu. Ada 132 bus yang mengangkut 7.838 jemaah sejak pagi hari.

    Di ruang kendali inilah, petugas memastikan armada tidak salah arah dan jemaah tetap dalam kondisi aman.

    Kepala Seksi Transportasi PPIH Daker Mekah, Moh Afifuddin Zuhri, menjelaskan bahwa teknologi GPS yang terintegrasi dengan aplikasi khusus memungkinkan pemantauan presisi terhadap bus yang melintas jalur Madinah-Mekah maupun sebaliknya.

    "Bagi kita, pelayanan lebih baik ketika kita sudah tahu posisi jemaahnya. Seperti kemarin ada kendala di jalan dari Jeddah karena ada pemeriksaan [otoritas keamanan Arab Saudi]," ujarnya.

    Menurutnya, estimasi yang ada dalam jadwal itu, itu tidak selalu tepat. Karena memang perjalanan bus beda-beda kecepatannya. "Jadi ini bisa di-tracking di sini," kata Afifuddin.

    Ia menambahkan, estimasi jadwal perjalanan tidak selalu bersifat kaku karena kecepatan setiap bus bervariasi. Oleh karena itu, fitur pelacakan (tracking) menjadi instrumen vital untuk menyesuaikan kesiapan di lapangan. Dalam skema ini, tim di Madinah menjadi ujung tombak verifikasi data melalui koordinasi dengan Daker Bandara dan operator bus.

    Digitalisasi layanan transportasi ini, kata dia, menjadi kunci agar pelayanan di sisi transportasi bisa maksimal dan memastikan kondisi jemaah aman selama perjalanan.

    tirto.id - Flash News

    Reporter: Abdul Aziz
    Penulis: Abdul Aziz
    Editor: Siti Fatimah

    Komentar
    Additional JS