0
News
    Home Berita Featured Haji Lempar Jumrah Spesial

    Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal - Kompas

    4 min read

     

    Musyrif Diny Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Lempar Jumrah Saat Waktu Afdal

    KOMPAS.com - Puncak ibadah haji di Tanah Suci mulai memasuki rangkaian wukuf di arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina.

    Di tengah kepadatan jemaah dan cuaca panas ekstrem di kawasan Jamarat, aspek keselamatan menjadi perhatian utama penyelenggara haji.

    Jemaah haji Indonesia pun diimbau tidak memaksakan diri mengejar waktu afdal saat melaksanakan lempar jumrah pada Hari Tasyriq.

    Baca juga: Panduan Lempar Jumrah di Mina: Urutan, Waktu, dan Bacaannya

    Imbauan tersebut disampaikan untuk mengurangi risiko kelelahan dan kepadatan yang berpotensi membahayakan jemaah.

    Momen Presiden Prabowo Tiba di Perancis untuk Kunjungan Resmi Kenegaraan

    Musyrif Diny, Asrorun Niam Sholeh, menegaskan bahwa pelaksanaan lempar jumrah pada Hari Tasyriq secara syariat sudah sah dilakukan sejak setelah Salat Subuh.

    Baca juga: Bacaan Doa saat Melempar Jumrah Ula, Wustho, dan Aqabah dalam Ibadah Haji

    "Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jemaah," kata ulama yang akrab disapa Prof Niam di Makkah, Arab Saudi, Senin (25/5/2026), seperti dilansir dari laman MUI Digital.

    Lempar Jumrah Sah Dilakukan Sejak Subuh

    Ketua MUI Bidang Fatwa itu mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri demi mengejar keutamaan waktu apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

    Menurutnya, kepatuhan terhadap jadwal yang telah diatur maktab dan syarikah merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan jemaah yang tetap sesuai dengan koridor syariat.

    Ia menilai keselamatan dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah di Mina dan Jamarat.

    Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf

    Selain terkait waktu lempar jumrah, Prof Niam juga menyampaikan apresiasi terhadap perbaikan skema pergerakan jemaah haji pasca-Wukuf di Arafah.

    Menurutnya, skema baru tersebut merupakan hasil evaluasi dari praktik sebelumnya dengan mempertimbangkan aspek syariah dan keselamatan jiwa.

    Skema pergerakan itu membagi jemaah menjadi tiga kelompok utama.

    Kelompok pertama diberangkatkan dari Arafah mulai pukul 19.00 Waktu Arab Saudi menuju Muzdalifah. Jemaah turun dan melaksanakan mabit di Muzdalifah hingga melewati tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina menggunakan bus.

    Kelompok kedua diberangkatkan mulai pukul 23.00 WAS. Karena tiba di Muzdalifah setelah tengah malam, jemaah menjalani mabit murur atau mabit di atas bus sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

    Sementara kelompok ketiga merupakan jemaah dengan udzur syar’i seperti sakit dan lansia risiko tinggi. Mereka diberangkatkan langsung dari Arafah menuju tenda di Mina tanpa turun di Muzdalifah.

    "Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yang tetap berada dalam koridor ketentuan syariah," lanjut Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat.

    Jemaah Diminta Maksimalkan Ibadah di Arafah

    Sebagai rangkaian utama ibadah haji, Prof Niam mengingatkan jemaah agar mempersiapkan fisik dan mental menjelang pergerakan ke Arafah yang dimulai bertahap pada 8 Dzulhijjah.

    Ia juga meminta jemaah memanfaatkan waktu selama berada di Arafah untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Menurutnya, Hari Arafah merupakan waktu dan tempat yang sangat mustajab untuk berdoa.

    "Gunakan waktu tersebut untuk memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama," pungkasnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Dijaga Pakai Helikopter, 1,5 Juta Umat Islam Laksanakan Wukuf di Arafah

    Komentar
    Additional JS