Perlu Diketahui, Inilah 11 Keutamaan Hari Arafah - NU Online
Perlu Diketahui, Inilah 11 Keutamaan Hari Arafah
Pada saat pelaksanaan ibadah haji atau menjelang Hari Raya Idul Adha, kita sering mendengar nama Hari Arafah. Pada hari tersebut umat Muslim yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan berpuasa, yang oleh para ulama digolongkan sebagai sunnah muakkad.
Dalam agama Islam, Hari Arafah adalah hari yang paling mulia dalam satu tahun sebagaimana hari Jumat merupakan hari yang paling mulia dalam satu minggu. Ia berkait dengan sejumlah sejarah penting, mulai dari ritual haji, puasa, waktu mustajab, dan sebagainya.
Hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah pada tahun 1447 H ini jatuh pada hari Selasa 26 Mei 2026. Berikut 11 keutamaan Hari Arafah yang perlu kita ketahui:
1. Hari Arafah adalah hari diturunkannya firman Allah ta’ala:
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا (المائدة: ٣)
Artinya: Pada hari ini telah Aku sempurnakan kaidah-kaidah (dasar-dasar) agamamu untukmu wahai umat Muhammad, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu (QS al-Maidah: 3).
2. Hari Arafah adalah hari yang Allah bersumpah dengannya. Allah bersumpah dengan apa yang ia kehendaki dari makhluk-Nya, dan Ia tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang ada manfaatnya. Allah ta’ala bersumpah dalam firman-Nya:
وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍ (البروج: ٣)
Artinya: Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan (QS al-Buruj: 3).
At-Tirmidzi dan lainnya meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Yang dimaksud hari yang disaksikan adalah Hari Arafah, dan hari yang menyaksikan adalah hari Jumat” (HR At Tirmidzi).
Allah ta’ala juga bersumpah dalam firman-Nya:
وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْر، وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (الفجر: ١-٣)
Artinya: Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demi hari raya kurban dan demi hari arafah (QS al-Fajr: 1-3)
3. Hari Arafah adalah satu di antara hari-hari pada empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan. Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah swt berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (التوبة: ٣٦)
Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) (QS at-Taubah: 36).
4. Hari Arafah adalah salah satu hari dari bulan-bulan haji. Bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧)
Artinya: Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan) (QS al-Baqarah: 197).
5. Hari Arafah adalah salah satu hari dari hari-hari maklumat (hari-hari yang ditentukan) yang Allah perintahkan kepada kita untuk memperbanyak ibadah di dalamnya. Allah ta’ala berfirman:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ (الحج: ٢٨)
Artinya: Dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan (QS al-Hajj: 28)
Menurut Ibnu ‘Abbas, hari-hari yang ditentukan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
6. Hari Arafah adalah hari raya bagi orang-orang yang melakukan wukuf sebagaimana disabdakan oleh baginda Nabi saw:
إنَّ يومَ عرفةَ ويومَ النَّحرِ وأيَّامَ التَّشريقِ عيدُنا أَهْلَ الإسلامِ (رواه الترمذي وغيره)
Artinya: Sesungguhnya hari Arafah, hari raya kurban dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam (HR at Tirmidzi dan lainnya)
7. Hari Arafah adalah hari dilakukannya wukuf di tanah Arafah. Rasulullah saw bersabda:
الحَجُّ عَرَفَةُ (رواه الترمذي والنسائي)
8. Hari Arafah adalah hari yang Allah mengampuni di dalamnya dosa dan membebaskan dari neraka orang-orang yang Ia kehendaki. Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه مسلم)
Artinya: Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada Hari Arafah (HR Muslim).
9. Hari Arafah adalah sebab terampuninya dosa-dosa dua tahun. Rasulullah saw bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ (رواه مسلم)
|Artinya: Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya (HR Muslim).
Puasa Arafah disunnahkan bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sedangkan orang yang sedang menunaikan ibadah haji, tidak disunnahkan baginya berpuasa. Karena haji adalah ibadah fisik, bisa jadi puasa akan menyebabkan lemahnya fisik.
10. Hari Arafah adalah hari yang doa di dalamnya tidak seperti doa pada hari-hari yang lain. Rasulullah sa bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الترمذي)
Artinya: Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah (HR At Tirmidzi).
11. Hari Arafah adalah hari ternistanya setan, karena pada hari itu ia melihat betapa banyak hamba-hamba Allah yang bertadlarru’ (tunduk merendah) kepada Allah dan betapa banyak Allah mengampuni dosa para hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا رُؤِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيْهِ أَصْغَرُ، وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الإمام مالك)
Artinya: Tidaklah setan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih ternista dan lebih marah kecuali pada Hari Arafah (HR Imam Malik)
Demikian penjelasan tentang 11 keutamaan Hari Arafah dilansir dari NU Online. Dengan banyaknya keutamaan tersebut, itu marilah kita perbanyak ibadah dan amal saleh pada hari Arafah besok, diantaranya dengan berpuasa, perbanyak tahlil, takbir, tahmid, tasbih dan dzikir-dzikir lainnya.
.