0
News
    Update Haji
    Home Arab Saudi Berita Featured Haji Spesial Surabaya

    Suhu Capai 40 Derajat, 6 Jemaah Haji Surabaya Meninggal di Arab Saudi - Kompas

    6 min read

     

    Suhu Capai 40 Derajat, 6 Jemaah Haji Surabaya Meninggal di Arab Saudi

    SURABAYA, KOMPAS.com — Hingga Minggu (10/5/2026), total enam jemaah haji Embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi akibat gangguan kesehatan.

    Sebelumnya, Kamariyah binti Dul Tayib (85), jemaah Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, dinyatakan meninggal dunia di Madinah pada Minggu (26/4/2026) pukul 11.20 waktu setempat karena mengalami sesak napas.

    Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan hingga hari ke-20 operasional ibadah haji, jumlah jemaah Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia mencapai enam orang.

    Baca juga: Cerita Fardhan, Jemaah Haji Termuda dan Hafidz 8 Juz Asal Surabaya

    Mereka yakni Abd Wachid dari Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 asal Kota Malang, Sibiatun Saji dari Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D dari Kloter 47 asal Kabupaten Gresik, serta Suyono Reso dari Kloter 62 asal Kabupaten Jombang.

    Adu Kuat Militer UEA Vs Iran, Diam-diam Abu Dhabi Ikut Perang

    “Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci,” kata Anam, Minggu (10/5/2026).

    Menurut Anam, mayoritas jemaah meninggal dunia akibat gangguan kesehatan, terutama sesak napas yang berkaitan dengan penyakit jantung.

    “Penyebabnya rata-rata jantung, rata-rata sesak napas. Kalau sesak napas kan jadi jantung. Yang kemarin terakhir itu bahkan sarapan pagi kemudian sesak napas, habis itu meninggal,” ucapnya.

    Baca juga: Resmi Dilepas, 582 Jemaah Haji Asal Kabupaten Bandung Mulai Bertolak ke Tanah Suci

    Cuaca Panas Pengaruhi Kondisi Jemaah

    Anam menjelaskan, suhu udara di Madinah saat ini berkisar 37 hingga 38 derajat celsius. Sementara suhu di Makkah mencapai 40 derajat celsius.

    “Ini kan perlu penyesuaian. Oleh karena itu kalau kondisi di situ kondisi jemaah tidak fit otomatis akan banyak memengaruhi aspek kesehatan,” ujarnya.

    Ia mengatakan, sebagian jemaah yang meninggal sempat mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, ada juga yang meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

    Baca juga: Menkes Budi Gunadi: Tidak Boleh Ada Lagi Dokter Wafat akibat Budaya Kerja Buruk!

    “Saya kira kalau untuk meninggal di Arab Saudi rata-rata memang ada sakit komorbid. Apakah itu diabetes, darah tinggi, ataupun jantung,” jelasnya.

    Faktor Jet Lag dan Psikologis

    Anam menambahkan, perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi juga memengaruhi kondisi kesehatan jemaah. Jet lag disebut membuat tubuh mudah lelah dan membutuhkan waktu beradaptasi.

    “Jadi gini, otomatis ini jemaah yang dari Indonesia kan jauh lebih jet lag ya dibanding dengan yang dari Madinah. Cuman yang dari Madinah ini, kami pikir mungkin aspek psikologis yang belum tersampaikan kepada jemaah,” tuturnya.

    Baca juga: Hasil Investigasi Kematian dr Myta: Dokter Magang di Jambi Tak Diberi Libur

    Menurut dia, faktor psikologis turut memengaruhi kondisi jemaah ketika menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

    “Kenapa saya katakan faktor psikologis? Jadi penyesuaian terkait dengan di Madinah itu belum sepenuhnya sesuai kemudian geser ke Makkah. Nah ini yang kemudian cuacanya begitu panas menyebabkan secara psikologi mereka agak terganggu. Lain yang dari Indonesia mereka sudah diberitahu bahwa di sana memang panas,” sambungnya.

    Sebagai antisipasi, PPIH Embarkasi Surabaya memberikan pendampingan psikologis kepada para jemaah. Petugas kesehatan juga melakukan pemantauan kondisi fisik dan psikis jemaah.

    Baca juga: Warning Menkes dan Upaya Hapus Budaya Kerja yang "Membunuh" Dokter Muda

    Anam mengatakan, seluruh jemaah yang meninggal dunia akan dimakamkan di Arab Saudi.

    “Para jemaah yang meninggal dunia akan dimakamkan di sana semua. Kalau di Makkah kalau enggak salah di Soraya,” ujar dia.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Penampakan Toilet yang Akan Digunakan Jemaah Haji Indonesia Saat di Arafah

    Komentar
    Additional JS