0
News
    Home Berita Featured Mesir Pendidikan Pendidikan Tinggi Pesantren Tebuireng Spesial Universitas Al-Azhar

    30 Santri Tebuireng Berhasil Lolos di Universitas Al-Azhar Mesir - NU Online

    3 min read

     

    30 Santri Tebuireng Berhasil Lolos di Universitas Al-Azhar Mesir


    Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Foto: NOJ/ISt) A Habiburrahman Kontributor Download PDF

    Jombang, NU Online Jatim

    Sebanyak 30 santri dari berbagai unit pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng berhasil lolos di kampus Universitas Al-Azhar, Mesir pada tahun 2026. Ke-30 santri yaitu 17 santri dari MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, 7 santri dari SMA A Wahid Hasyim Tebuireng, 4 santri Madrasah Mu'allimin Hasyim Asy'ari (MMHA) Tebuireng, dan 2 santri dari MA Sains Tebuireng Putri Kesamben.


    “Alhamdulillah, kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Kami keluarga besar MA Sains Tebuireng  merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi dua santri terbaik yang diterima Universitas Al-Azhar Mesir,” kata Kepala MA Sains Tebuireng Putri, A Rofiq.


    Menurutnya, prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarga, madrasah dan Pesantren Tebuireng Putri Kesamben, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh santri di MA Sains Tebuireng untuk terus semangat dalam menuntut ilmu, khususnya sungguh-sungguh pada waktu belajar di Diniyah dan belajar Bahasa Arab.


    “Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi bahwa dengan kesungguhan, disiplin, dan doa, maka cita-cita besar dapat diraih,” ungkapnya.


    Ia menjelaskan, Universitas Al-Azhar dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Kesempatan belajar di sana merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada para ustadz, ustadzah, pembina, juga orang tua, dan semua pihak yang mendampingi para santri mencapai titik ini.


    Dirinya berharap kedua santri tersebut diberikan kemudahan, kesehatan, dan keberkahan selama menempuh pendidikan di Mesir, serta kelak menjadi ulama dan generasi penerus yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan agama.


    Rasa syukur juga disampaikan santri MA Sains Tebuireng Putri, Masyfiyyah Nur Aini sangat bersyukur dan berterima kasih bisa lolos di Universitas Al Azhar, karena menurut pribadinya bukan hanya sekadar pencapaian akademik, tetapi juga amanah besar yang harus dijaga.


    “Perjalanan menuju semua itu juga penuh dengan doa, usaha pengorbanan dan kesabaran yang tidak mudah,” ujarnya.


    Ia menyebut, peran orang tua dalam kelolosan ini sangat penting karena keridhoannya. Pada setiap tantangan, kini menjadi pengingat bahwa hasil terbaik datang kepada yang terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Kelolosan ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari pertanggungjawaban yang lebih besar.


    Hal yang sama juga disampaikan santri SMA A Wahid Hasyim, Mohammad Saifan Ibrahim. Ia berharap semoga mampu mengeksplorasi dunia akademisi Mesir dan seluruh keilmuan yang ada. Kedua, mampu menata diri untuk mencapai tingkatan insan kamil. Ketiga, mampu membanggakan orang tua, keluarga, guru-guru, sahabat, almamater, dan seluruh orang yang dicintai.

    Komentar
    Additional JS