0
News
    Home Berita Featured Munas NU Munas-Konbes NU Spesial

    Harus Ada Gagasan ‘Poros Tengah’ untuk Redam Polarisasi dalam Munas-Konbes NU 2026 - duta

    3 min read


    JOMBANG | duta.co – Dinamika pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 mulai menghangat. Di tengah menguatnya sejumlah kelompok atau kubu yang berkembang di internal organisasi, muncul gagasan membentuk “poros tengah” sebagai upaya menjaga persatuan jam’iyah dan meredam ketegangan.

    Dalam status WhatsApp Ketua PCNU Jombang, Gus Fahmi yang juga cucu pendiri NU Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari ini, “Baru Munas dan Konbes suasana sudah panas, karena ada dua kubu berebut pengaruh. Wahai para Ketua PWNU dan PCNU yang mencintai Jam’iyyah ayo kita bikin POROS TENGAH yang adem tidak terlibat konflik dan kubu-kubuan. Allahumma Sallilmna,” semua statusnya.

    Saat dikonfirmasi duta.co Gus Fahmi menyampaikan bahwa dirinya sengaja tidak ingin menyebut secara terbuka kubu-kubu yang saat ini berkembang. “Sampean sudah tahu kubu siapa saja. Nggak elok kalau saya sebut,” ujarnya saat dikonfirmasi duta.co, Senin (22/6/2026).

    Menurutnya, poros tengah merupakan kelompok yang tidak berpihak kepada salah satu kubu yang sedang berkontestasi. “Poros tengah itu tidak ikut kubu A dan tidak ikut kubu B. Murni demi kecintaan dan kemaslahatan NU,” tegasnya.

    Gagasan tersebut, kata Gus Fahmi, masih sebatas ide yang ia lontarkan untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif menjelang forum strategis NU tersebut. “Ya belum, Mas. Itu ide saya untuk meredam suasana panas ini,” tambahnya.

    Sementara itu, secara terpisah KH Abdul Latif Malik, Lc, M.Pd, (Gus Latif) sebagai Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menilai dinamika berupa munculnya kubu-kubu dalam proses kandidasi merupakan hal yang lumrah.

    Gus Latiif Malik menegaskan bahwa, kubu-kubuan dalam kontestasi kepemimpinan itu sudah sunnatullah, tetapi seyogyanya semua tetap dalam niatan ikhtiyar berkhidmat dan dilakukan dengan penuh adab, tata aturan jam’iyyah dan tentu memegang nilai akhlaqul karimah sesuai teladan para Muassis Nahdlatul Ulama. “Anggap saja ini bagian dari proses pencarian yang terbaik diantara para kandidat atau kubu,” tegasnya.

    Sosl lokasi, Gus Latif juga menegaskan bahwa, Ponpes Tambakberas Jombang siap sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar. Keluarga besar Tambakberas berharap dapat mengambil peran sebagai pemersatu. “Dalam konteks ini, Tambakberas siap menjadi jalan tengah sebagai tuan rumah muktamar,” katanya.

    Pernyataan dua tokoh NU asal Jombang tersebut menjadi sinyal bahwa di tengah meningkatnya suhu politik internal menjelang Munas dan Konbes NU 2026, masih ada ikhtiar untuk mengedepankan persatuan organisasi di atas kepentingan kelompok.

    Gagasan poros tengah diharapkan mampu menjadi ruang dialog yang menempatkan kemaslahatan jam’iyah sebagai prioritas utama, sehingga forum permusyawaratan NU dapat berlangsung sejuk, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi warga Nahdliyin. (din)

    Bagaimana reaksi anda?

    Like

    Love

    Haha

    Wow

    Sad

    Angry

    Komentar
    Additional JS