0
News
    Home Berita Featured Nahdhatul Ulama Spesial

    Interupsi Warnai Sidang Munas-Konbes NU, Rais Aam Minta Draf Keputusan Dicabut -

    3 min read

     

    A-AA+

    KEDIRI – Interupsi mewarnai sidang pleno Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). 

    Ketegangan yang sempat muncul akhirnya mereda setelah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar meminta draf keputusan yang menjadi sumber perdebatan dicabut.

    Peristiwa itu terjadi saat pimpinan sidang membacakan draf keputusan terkait kesiapan dan penunjukan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi utama kegiatan PBNU mendatang. 

    Draf tersebut disebut sebagai keputusan yang telah ditetapkan oleh PBNU selaku panitia penyelenggara.

    Namun, sejumlah peserta langsung menyampaikan interupsi. Mereka mempertanyakan dasar penetapan keputusan tersebut karena materi yang dibahas sebelumnya masih berupa usulan dari peserta forum.

    "Dasarnya adalah usulan-usulan," ujar seorang peserta dari barisan tengah sidang.

    Interupsi itu membuat suasana sidang memanas. Sejumlah panitia mendatangi peserta yang menyampaikan keberatan sehingga sempat terjadi adu argumen. 

    Beberapa peserta lain turut berdiri dari tempat duduknya sebelum akhirnya panitia dan petugas keamanan turun tangan untuk menenangkan keadaan.

    Saat situasi mulai memanas, KH Miftachul Akhyar naik ke panggung dan mengambil alih mikrofon. 

    Di hadapan peserta sidang, Rais Aam PBNU itu menegaskan bahwa penentuan lokasi kegiatan selama ini menjadi kewenangan PBNU. Meski demikian, ia meminta agar keputusan yang memicu polemik tersebut ditinjau kembali.

    Interupsi Warnai Sidang Munas-Konbes NU - 1

    "Selama ini PBNU yang menentukan tempat. Karena itu sudah menjadi keputusan, maka dikembalikan ke PBNU. Di sini kalau ada keputusan, maka saya masih periksa," tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta.

    Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti pimpinan sidang dengan mencabut draf keputusan yang sebelumnya dibacakan.

    "Sudah dicabut, sudah dicabut. Atas dasar dawuh Rais Aam, saya cabut. Nanti kita akan bahas dan meninjau kembali tempat-tempat yang sudah disepakati dalam rumusan tadi," ujar pimpinan sidang melalui pengeras suara.

    Pencabutan draf keputusan itu disambut peserta sidang. Suasana yang sebelumnya tegang berangsur kondusif dan agenda pleno kembali dilanjutkan.

    Munas dan Konbes NU tahun 2026 diikuti pengurus PBNU serta perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia. 

    Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis organisasi dan keagamaan yang menjadi arah kebijakan NU ke depan.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf menyatakan seluruh persiapan Munas dan Konbes telah dimatangkan. Pembukaan kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, sedangkan penutupan dijadwalkan berlangsung di Bangkalan, Madura, Selasa (23/6/2026), dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS