MBG Diapresiasi Tapi Juga Dikritisi Peserta Munas Konbes NU 2026
KEDIRI | duta.co – Polemik pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi salah satu topik hangat dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin 22 Juni 2026.
Melalui Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU, Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, PBNU, menyatakan, mengapresiasi MBG sebagai program yang baik dan mulia. Kendati demikian, pemerintah diminta untuk tidak tutup mata terhadap berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan.
“Kami memberi apresiasi terhadap keberlangsungan MBG. Namun, kita tidak boleh menutup mata akan pentingnya perbaikan-perbaikan mekanisme penyaluran dan pengelolaan MBG,” ujar mantan
Menteri Pendidikan Nasional dalam konferensi pers di Press Room Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Senin sore (22/6/2026).
Selain memberikan catatan evaluasi, Mohammad Nuh menambahkan bahwa forum Munas-Konbes juga mendorong pemerintah untuk memberikan afirmasi kebijakan secara khusus bagi lingkungan pondok pesantren.
Sebagai diketahui, rangkaian kegiatan Munas-Konbes PBNU ini digelar pada 20–22 Juni 2026 dan dihadiri oleh perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.
Forum ini merupakan bagian dari persiapan menuju Muktamar NU, yang merupakan forum tertinggi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 mendatang.
Rencananya, seluruh rangkaian Munas-Konbes ini akan resmi ditutup pada Selasa (23/6/2026) di Bangkalan, Madura, dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.(bud)
FOTO : Suasana Munas Konbes Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.(FT/Budi Arya)
Bagaimana reaksi anda?





