Rahasia Malaysia Sabet Haji Terbaik 2026: Sulap Kain Ihram Bekas Jadi Pakaian Baru - Inilah
Rahasia Malaysia Sabet Haji Terbaik 2026: Sulap Kain Ihram Bekas Jadi Pakaian Baru


Inovasi Green Hajj menyulap kain ihram bekas jemaah menjadi pakaian baru untuk kurangi sampah di Tanah Suci. (Foto:malaysiagazette)
Kesuksesan Malaysia merengkuh penghargaan tata kelola haji terbaik dunia bukan cuma berkat kecanggihan teknologi AI, melainkan juga kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia mencuri perhatian global melalui peluncuran Inisiatif Haji Lestari (Green Hajj), sebuah program yang secara aktif menggalakkan jemaah untuk mengurangi produksi sampah selama berada di Tanah Suci.
Salah satu program utama yang diusung di bawah inisiatif ini adalah pengelolaan dan pendaurulangan kain ihram bekas. Melalui pelaksanaan inisiatif tersebut, jemaah haji pria asal Malaysia secara khusus diimbau untuk menyumbangkan kain ihram bekas pakai mereka secara sukarela.
Ancaman Ratusan Ribu Ton Sampah di Tanah Suci
Langkah strategis yang diambil Malaysia ini sejalan dengan aspirasi Visi Arab Saudi 2030, yang sangat menekankan pada penguatan ekonomi sirkular, pencapaian netralitas karbon, serta pengurangan limbah secara drastis sepanjang penyelenggaraan musim haji.
Volume sampah yang dihasilkan di Mekkah dan sekitarnya setiap tahunnya memang berada pada level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi dari laman web Green Hajj, inisiatif pelestarian ini diperkenalkan oleh Arab Saudi untuk menekan ratusan ribu ton sampah yang secara drastis menumpuk setiap kali ibadah haji berlangsung.

Pada masa puncak ibadah, jumlah sampah yang diproduksi bisa meroket antara 40.000 hingga 166.000 ton hanya dalam satu musim haji. Sebagian besar dari limbah padat tersebut disumbang oleh sisa makanan, botol plastik sekali pakai, serta pakaian dan selimut yang dibuang secara masif.
Bahkan, sebuah penelitian memprediksi sebuah fakta yang cukup mengejutkan: hingga 100.000 ton kain ihram yang dibuang oleh para jemaah berpotensi menumpuk dan memenuhi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjelang tahun 2030 mendatang.
Disulap Menjadi Pakaian Baru
Untuk mencegah bencana ekologis tersebut, Komisi Mode Arab Saudi (Saudi Fashion Commission) telah turun tangan dengan menjalin kerja sama bersama berbagai entitas pendaur ulang. Kerja sama ini bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, dan mendaur ulang kain ihram lama agar bisa diproduksi menjadi pakaian baru.
Demi mendukung dan mempermudah pelaksanaannya, Tabung Haji Malaysia proaktif menyediakan sejumlah pusat pengumpulan kain ihram bekas di berbagai gedung penginapan jemaah di kawasan Makkah, serta di area perkemahan di Mina.
Selain pengumpulan ihram, otoritas juga menyediakan tempat sampah khusus yang dipisahkan berdasarkan kategori—yaitu kertas, plastik, dan sampah umum—guna membudayakan praktik pemilahan sampah langsung di kalangan para jemaah haji.
Sesuai Tuntutan Maqasid Syariah
Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Urusan Agama) Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa inisiatif ini sangat relevan dan bertepatan dengan tuntutan maqasid syariah dalam upaya memelihara dan melestarikan alam.
Lebih dari itu, program ini dinilai krusial untuk menumbuhkan kesadaran jemaah tentang tanggung jawab bersama dalam mewujudkan ibadah haji yang lebih bersih, hijau, dan lestari.
Inisiatif ini menjadi contoh praktis tentang bagaimana jemaah dapat berkontribusi secara langsung pada kelestarian lingkungan melalui langkah yang sederhana namun memberikan dampak yang signifikan.
"Saya percaya usaha Tabung Haji ini mampu mentransformasikan ihram terpakai kepada impak yang lebih bermakna," ungkap Dr. Zulkifli saat berpidato di peluncuran inisiatif tersebut seperti dilansir dari MalaysiaGazette.
Tags
Komentar