Rais Aam PBNU: Jika Pemimpin Sungguh-Sungguh Perjuangkan Rakyat, Doa Ini Akan Kabul - NU Online
Bangkalan, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengingatkan bahwa mendoakan pemimpin merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kemaslahatan bersama.
Menurutnya, jika pemimpin bersungguh-sungguh memperjuangkan umat dan rakyat, maka doa yang dipanjatkan untuknya akan dikabulkan Allah swt dan manfaatnya kembali kepada masyarakat.
“Karena Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan kalau saya punya doa yang mustajab, yang qabul, yang cespleng, doa itu akan saya panjatkan untuk pemerintah saya,” ujar Kiai Miftach saat penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Rais Aam menegaskan bahwa selain berikhtiar dan memohon pertolongan kepada Allah swt, umat Islam juga perlu menghadiahkan doa kepada para pemimpin, mulai dari presiden hingga pejabat di berbagai tingkatan.
Menurut Rais Aam, doa untuk pemimpin bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi seorang pemimpin. Sebaliknya, doa tersebut akan berdampak luas bagi kehidupan masyarakat apabila pemimpin benar-benar menjalankan amanahnya dengan baik.
“Kalau Presiden dan pemimpin kita baik, bersungguh-sungguh, bersemangat memperjuangkan umat dan rakyat maka doa ini akan qobul. Yang menerima manfaat adalah rakyat,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan sikap husnuzan kepada para pemimpin sekaligus memberikan dukungan moral melalui doa agar para pemimpin mampu menghadapi berbagai persoalan bangsa.
“Kita berhusnudzan kepada beliau agar terus bisa memperbaiki apa yang selama ini tampak kurang. Mungkin masih ada, bahkan saya yakin masih ada persediaan, masih ada senjata-senjata pamungkas untuk mengatasi semua masalah-masalah yang dihadapi ini,” tuturnya.
Rais Aam juga menekankan bahwa keadilan harus menjadi orientasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, pemimpin dituntut untuk terus berupaya memperjuangkan nasib rakyat dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga Bapak Presiden kita (Prabowo Subianto) sehat wal afiat, selalu dalam lindungan Allah. Semoga diberi pikiran-pikiran yang cemerlang agar rakyat dan umat yang besar ini bisa segera menerima sebagaimana apa yang mereka harapkan. Sehingga negara ini penuh dengan kemakmuran dan keadilan, adil dalam kemakmuran,” ucapnya.
Ia berharap berbagai ikhtiar yang dilakukan pemerintah dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat serta memperkuat keadilan sosial di Indonesia.
“Semoga Allah memudahkan semua itu,” pungkasnya.
Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipanjatkan oleh KH Anwar Iskandar.